Samahuddin : Asuransi Nelayan Harus jadi Modal Usaha

image_pdfimage_print

 

Peliput : Alan

Labungkari, BP – Bupati Buton Tengah (Buteng), H Samahuddin SE menyerahkan secara resmi klaim asuransi nelayan baik meninggal akibat kecelakaan di laut maupun sakit. Bupati definitif itu berharap dana asuransi yang diterima ahli waris dimanfaatkan sebagai modal usaha.

“Artinya, kami berharap dana asuransi ini bisa dimanfaatkan sebagai modal usaha oleh para ahli waris. Selain bisa mendukung kesejahteraan mereka kedepan, juga dapat menjamin pendidikan anak-anak mereka kejenjang yang lebih tinggi,” kata, Samahuddin saat menyerahkan Dana asuransi tersebut di Pantai Mutiara (12/5).

Samahuddin menambahkan, dua klaim yang diserahkan itu atas nama dafit Rp 160 juta dan Jadil Rp 200 juta. Perlu diketahui penyerahan klaim asuransi tersebut tidak terlepas dari peran serta yang dilakukan Dinas Perikanan Buteng.

“Artinya, hal ini tidak terlepas bekerja keras Dinas Perikanan yang berjuang agar dana asuransi nelayan segera dinikmati ahli waris. Kami berharap dinas lainnya dapat mencontoh kinerja yang dilakukan Dinas Perikanan ini,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kadis Perikanan Buteng, Rijal SE menjelaskan, dua nelayan yang akan menerima klaim asuransi itu adalah Jadil dan Dafid.

Jadil yang berdomisili di Mawasangka meninggal akibat kecelakaan di laut sementara Dafid warga Mawasangka Timur, meninggal karena sakit. Saat ini pihaknya sementara mengupayakan pencairan klaim asuransi untuk nelayan lainnya yang meninggal karena sakit. Hanya saja tidak disebutkan secara pasti data dua nelayan yang akan segera mendapatkan klaim asuransi nelayan tersebut.

“Jumlah nominal asuransi yang diterima para nelayan disesuaikan dengan penyebabnya. Kalau meninggal karena kecelakaan di laut maka akan mendapat asuransi sebanyak Rp 200 juta. Kalau meninggal karena sakit jumlah asuransi yang diberikan disesuaikan dengan usia para nelayan. Untuk usia 17-45 tahun Rp 160 juta, usia 46-55 40 juta dan usia 56-65 sebesar 20 juta,” urainya.

Dia mengungkapkan, bagi nelayan yang berhak mendapat asuransi nelayan itu adalah mereka yang mengantongi kartu nelayan. Untuk memiliki kartu itu, nelayan memasukan foto copy KTP dan kartu keluarga di dinas perikanan agar diusulkan di kementerian.

“Kami sudah membuat berita acara agar pencairan diatas Rp 10 juta harus melalui rekomendasi dinas perikanan, agar dananya tidak disalahgunakan,” katanya.

Salah seorang penerima klaim, Hasriana mengungkapkan, pihaknya sangat terbantu dengan dana asuransi nelayan tersebut. Pasalnya, selain menjadi penopang kehidupan keluarga, juga bisa menjadi tabungan pendidikan dan modal usaha.

“Saya sudah buka usaha aksesoris, tapi sulit dapat modal. Alhamdulillah dana ini bisa menjadi modal untuk meningkatkan usaha,” tutupnya.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This