Menggali Peningkatan PAD, DPRD Busel Belajar Ke Kota Depok

image_pdfimage_print

 

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP-Kota Depok Propinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikat dari tahun ke tahun. Untuk itu sejumlah anggota DPRD Busel melakukan kunjungan kerja guna mempelajarinya untuk dapat diterapkan di Busel

Kunjungan itu, dipimpin langsung Ketua DPRD Busel La Usman, dan diterima Kabag protoler, Sekretariat DPRD Kota Depok Endang Nugroho, beberapa waktu lalu

Diterima protokoler, karena seluruh anggota DPRD Depok juga melakukan kunjungan studi di Bandung dan daerah lain diluar Kota Depok

Dalam kesempatan itu pula, Endang juga bergiliran menerima kunjungan kerja dari anggota DPRD Kabupaten Blitar Jawa Timur dan anggota DPRD daerah lain dari pulau Sumatera.

Beberapa daerah ini menggelar kunjungan kerja ke Depok karena beberapa alasan. Diantaranya Depok memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi. Sebelum diterima, anggota DPRD Busel diminta agar berkunjung juga di Kabupaten Blitar.

“Kami harap anggota dewan Busel berkunjung juga ke Kabupaten Blitar. Kami tunggu kedatangannya di Kabupaten Blitar,” kata mereka, seperti dikutip La Witiri, salah seorang anggota DPRD Busel yang juga Ketua Baleg itu.

Sementara Wakil Ketua DPRD Busel Aliadi memaparkan tujuan kunjungan di kota Depok, yakni ingin mempelajari cara penggalian pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Depok, yang termasuk sudah cukup tinggi.

“Karenanya kami datang belajar di kota depok,” ujar Aliadi, legislator Partai Hanura, putra asal Batuatas itu.

Menurut Endang Nugroho, sumber APBD kota Depok yang menonjol, diantaranya, bersumber dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dan PBHTB. Cukup menonjol PAD dari PBB dan PBHTB,” tandasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Busel juga pernah berkunjung ke Kabupaten Takalar, Sulsel, mempelajari cara pelayanan kesehatan. Kabupaten Takalar telah berhasil melakukan pelayanan kesehatan terbaik nasional.

“Pada tahun 2019 ini, Bupati Takalar akan menerima penghargaan dalam bidang pelayanan BPJS terbaik di Indonesia. “Sekitar 95 persen masyarkat sudah memiliki kartu BPJS,” kata asisten 1 Setda Takalar H Basri Suleman didampingi Kadis Kesehatan dr Nilal Fauziah dan direktur RSUD Takalar dr Yulianti Novita (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This