Dirut STIKES IST Buton Diminta Mundur

image_pdfimage_print

Peliput : Prasetio M

BAUBAU, BP – Diduga banyaknya masalah yang terjadi dikampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) IST Buton, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa STIKES IST Buton meminta agar La Ode Ruslan selaku Direktur Utama (Dirut) STIKES IST Buton mundur dari jabatannya. Selai itu Dirut STIKES dianggap tidak layak memimpin lagi dikarenakan masa jabatanya telah berakhir.

Hali ini di ungkapkan oleh Koordinator lapangan Aliansi Mahasiswa Stikes, Arfan Wabula saat di temui Awak media ditengah-tengah aksinya, rabu (06/06)

” Tuntutan yang kedua ini terkait juga aksi yang pertama yakni masalah akreditasi dan transparansi, karena jelas itu belum terselesaikan. yang kedua kita sambungkan dengan permasalahan, permasalahan lain, yang dimana pemimpin STIKES Buton H Ruslan tidak layak memimpin STikes untuk selanjutnya, karena beliau masa jabatannya telah selesai,”kata Arfan.

Dikatakan, selain itu juga pihaknya melihat adanya rangkap jabatan yang terjadi internal tubuh STIKES Buton, yang mana anak dari Dirut STIKES merangkap jabatan yakni ketua prodi kebidanan sekaligus menjabat sebagai bendahara yayasan yang mana secara aturan hal itu sudah melanggar. Selain itu adanya dugaan penyalah gunaan anggaran mahasiswa yang diperuntukan untuk keperluan pribadi.

Lanjut, pihaknya juga mempunyai bukti berita acara pemeriksaan Stikes IST Buton oleh Kopertis IX Nomor3173/K9/KP.01/2018 tertanggal 30 Mei 2018 yang hasilnya sebagai berikut, Program Studi Ilmu Keperawatan S1 telah berakhir masa akreditasinya tanggal 15 Agustus 2017, Program Studi Kebidanan D3 telah berakhir masa berlaku akreditasinya tanggal 06 Desember 2017, Program Studi Profesi Ners telah berakhir masa berlaku akreditasinya tanggal12 Agustus 2016, terhitung setelah 2 tahun sejak tanggal SK Ijin Penyelenggaraan. Lanjut ditemukan data dosen tetap yayasan yang memiliki NIDN berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil terdaftar pada pangkalan Data Pendidikan Tinggi STIKES IST Buton, ditemukan dosen tetap yayasan di tiap Program Studi yang sudah tidak aktif mengajar tetapi masih terdaftar dalam homebase STIKES IST Buton dan masih ada sejumlah masalh lainnya yang ditemukan oleh pihak Kopertis.

Pihaknya, berharap agar tuntutan pihaknya segera direalisasikan oleh pihak kampus, pasalnya jika juga tidak ada kejelasan dari pihak kampus, pihaknya akan melakukan aksi kembali usai perayaan Lebaran Idul Fitri.

Sementara, itu saat awak media ingin mengkonfirmasi terkait Aksi Mahasiswanya, oleh salah satu karyawan kampus mengatakan, jika saat ini Direktur STIKES IST Buton sedang berasa diluar daerah dan pihak karyawan kampus lainnya sedang tidak ada di tempat karena sementara tengah berlangsung jam Istrahat.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This