Miris, Jenazah Bayi Ditahan 8 jam Di RSUD Muna

image_pdfimage_print

Orang Tua Tidak Uang

Peliput: Iman Supa

RAHA, BP-Sangat Miris penerapan manajemen RSUD Kabupaten Muna, akibat orang tua tak memiliki dana untuk membiayai perawatan bayi yang telah meninggal dunia, terpaksa harus ditahan selama 8 jam.

Wartawan Baubau Post saat menemui orang tua bayi
Muhammad Olo (20) dan istrinya Asrina (18) warga Desa Banggai, Kecamatan Duruka, Kabupaten Muna, Selasa (5 Juni 2018) menjelaskan bayi yang dilahirkan di Klinik Bunda Amud Jl. Kartika kelurahan Sidodadi Kecamatan Batalaiworu, terpaksa dibawah di RSUD karena persoalan berat badan yang tak seperti bayi pada umumnya.

“Dirawat di ruangan Teretai RSUD Muna, selama 6 hari, namun nyawanya tidak terselamatkan karena penyakit yang diderita,”Jelasnya.

Anak pertama dari pasutri Muhamad Olo dan Asrina tidak melunasi biaya perawatan selama 6 hari terpaksa mayat bayinya harus ditahan selama 8 jam.

“Bayi saya meninggal dunia, Selasa (5 Juni) pukul 01:00 wita dan nanti jam 9 pagi baru bisa dibawah pulang di rumah, ini karena persoalan tidak ada biaya untuk melunasi biaya perawatan senilai 8.070.000,- “Katanya.

Ia menceritakan untuk mendapatkan uang senilai 8.070.000,- harus modar mandir meminta tolong sama keluarga hingga kerabat.

“Saya sangat kecewa dengan manajemen RSUD, padahal RSUD milik pemerintah, kenapa tidak ada keberpihakan padahal kita keluarga yang tidak mampu, dan lebih mirisnya lagi bayi saya diantar di rumah tidak menggunakan mobil Ambulance, namun bonceng sendiri,”Ceritanya.

Wartawan Baubau Post
saat menemui direktur RSUD, Direktur berada diluar daerah, dan ketika berusaha menelponnya tidak aktif. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This