Waspada Penyakit Kusta, Berdampak Cacat Permanen

image_pdfimage_print

Edy Natsir: Kasusnya di Baubau Tergolong Tinggi

Peliput: Gustam
BAUBAU, BP – Penyakit kusta merupakan penyakit kulit menular yang kerap menyerang manusia yang kekebalan tubuhnya lemah. Perlu penanganan diri, untuk mengeliminasinya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes), kasus penyakit kusta di Kota Baubau masih tergolong tinggi. Pasalnya, daerah sulawesi masih merupakan daerah endemik penularan kusta.

“Masih tinggi, karena pada umumnya, sulawesi dan kawasan Indonesia Timur lainnya masuk kawasan endemis,” kata Kepala Dinkes Kota Baubau Edy Natsir saat diwawancarai, belum lama ini.

Dalam tiga tahun terakhir, jelas Edy, kasus penyakit kusta di Kota Baubau capai puluhan. Tercatat, tahun 2015 kasus kusta mencapai 38 kasus, 2016 29 kasus dan 2017 22 kasus.

“Walaupun grafiknya menurun, ini masih kategori tinggi. Tidak boleh kita lengah, karena dengan bersentuhan saja, penyakit ini mudah menular,” jelasnya.

Untuk mengidentifikasinya, lanjut Edy, masyarakat bisa mengamati bercak-bercak putih yang ada di badannya. Yang lama-lama akan menimbulkan mati rasa pada bercak tersebut.

“Gejalanya itu, bercak-bercak putih, tapi dia mati rasa, biar ditusuk jarum dia tidak rasa, karena dia menyerang sistem saraf,” tuturnya.

Dampaknya, tegas Edy, penderita bisa lumpuh total dan berpeluang diamputasi. “Bisa cacat permanen penderintanya. Kadang, ada orang yang sudah dipotong kakinya,” tutupnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This