Dinkes Butur Gelar Pencanangan Imunisasi Measles Rubella

image_pdfimage_print

BURANGA, TRIBUNBUTON Pemerintah Kabupaten Buton Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Buton Utara (Butur) mengelar pencanangan imunisasi Measles Rubella (MR). Pencanangan ini ditandai dengan sosialisasi dan sekaligus permulaan imunisasi Measles Rubella (MR) kepada sejumlah anaka sekolah, di aula Dinkes Butur, Rabu (1/8/2018). Kegiatan dihadiri Asisten III Bidang Administrasi dan Keuangan Sekertariat Daerah Butur Zunaini, Kepala Dinkes Butur dr Kasrul Tiu, para medis dan sejumlah tamu undangan lintas sektoral lingkup Pemda Butur.

Kepala Dinas Kesehatan Buton Utara dr Kasrul Tiu mengtakan, tujuan kegiatan hari ini adalah kampanye bagaimana seluruh tempat pelayanan utamanya di sekolah-sekolah agar melakukan imunisasi pencegah virus MR. “Mulai hari ini sampai tanggal 31 Agustus 2018 sasaran kita adalah sekolah-sekolah, sesudah itu baru tempat pelayanan Posiandu. Jadi mulai hari ini seluruh sekolah yang menjadi sasaran pemberian vaksin campak Rubella dan ini baru permulaan, ” ujar Kasrul saat ditemukan usai kegiatan.

Kasrul menambahkan, sebetulnya kegiatan ini sudah di sosialisasikan dua Minggu dalam rangka mengkampanyekan imunisasi campak Rubella. “Kita tau persis penyakit ini sangat berbahaya dan sangat menular, dan penularanya itu melalui udara sehingga anak-anak terutama pada anak usia sekolah rentang terjadi penularan penyakit campak Rubella,”jelasnya. Menurut dia, hal ini perlu disampaikan di sekolah-sekolah dan di tempat Posiandu. “Target 95 persen, tapi saya inginkan seluruh sasaran usia mulai 9 bulan sampai 19 tahun harus mendapatkan vaksin Rubella ini, “tandasnya. Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi dan Keuangan Sekertariat Daerah Butur Zunaini saat ditemui usai kegiatan mengatakan, pemerintah daerah sangat mendukung program nasional ini dengan menindaklanjuti melalu RPJMD Kabupaten Buton Utara.

“Kita tindaklanjuti di RPJMD Kabupaten Buton Utara lewat dinas kesehatan, itu ada Renja masuk diprogram tahun anggaran 2018 kemarin. Makanya kita harap dari 21 ribu itu wajib imunisasi 95 persen, “ujarnya. Dijelaskan, untuk mencapai hal itu harus dilakukan melalui sekolah-sekolah. Karena itu, kata Zunaini, penyakit campak Rubella ini adalah penyakit menular disebabkan oleh virus. Olehnya itu, ia berharap para kepala sekolah memberikan motivasi kepada peserta didiknya yang sehat di sekolah. “Jadi yang sehat saja di imunisasi, nanti yang dituduh bilang orang sakit disebabkan oleh imunisasi campak Rubella, padahal memang sakit. Untuk itu saya meminta kepada kepala sekolah untuk tidak di imunisasi bagi anak yang tidak sehat dan lain sebagainya dan kita berharap di seluruh sekolah muridnya dalam keadaan sehat,” terangnya.(*/DARMAWAN/YHD)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This