Baubau Inflasi Tertinggi Kedua di KTI Bulan Juli 2018

image_pdfimage_print

Ali Hasan: Pemerintah Masih Bisa Kendalikan Harga Sembako di Pasaran

BAUBAUPOST.COM, BAUBAU- Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang dikenal dengan Kota 1000 benteng mengalami inflasi tertinggi kedua di Kawasan Indonesia Timur (KTI) pada bulan Juli 2018. Angka inflasi itu berada pada posisi dua digit yaitu sebesar 1,20. Angka inflasi tertinggi urutan pertama di KTI dialami oleh Kota Sorong, Provinsi Papua Barat yaitu sebesar 1,47.

Bersama Mensos RI, Kabag Ekonomi Kota Baubau Ali hasan SE MSi mengikuti rapat rapat percepatan beras Bansos untuk persiapan lebaran. Foto ISTIMEWA

Kabag ekonomi Sekertariat Kota Baubau Ali Hasan SE MSi mengatakan tingginya angka inflasi pada bulan Juli 2018 disebabkan karena dua hal yaitu pertama, mahalnya harga tiket pesawat dan kedua, naiknya harga Sembako berupa sayur-mayur. Ali Hasan menjelaskan keterbatasan maskapai penerbangan membuat harga tiket naik sampai 300 persen atau tiga kali lipat bila dibandingkan dengan Kota Kendari.

Dia mencontohkan perbedaan harga tiket untuk tujuan Baubau-Makassar dan Kendari-Makassar pada bulan Juli sangat jauh berbeda. “Untuk Baubau-Makassar harganya mencapai Rp 900 ribu, sementara rute Kendari-Makassar hanya Rp 300 ribu. Jadi harga tiket itu bedanya bisa mencapai tiga kali lipat. Sehingga memang penyumbang inflasi tertinggi di Kota Baubau itu pada bulan Juli 50 persen disumbangkan dari penerbangan udara,” kata Ali Hasan, Rabu (08/08)

Tingginya harga tiket, lanjutnya, dikarenakan mekanisme pasar, dimana jumlah permintaan lebih banyak dari tiket pesawat yang tersedia. “Bayangkan saja di Baubau ini kan melayani empat kabuten lain disekitarnya, sehingga memang sudah harus ada langkah kongrit agar maskapai lain seharusnya bisa masuk di Baubau seperti citylink atau maskapai Sriwijaya Air,” ucapnya lagi. Disisi lain, katanya, bandara Betoambari harus segera diperpanjang landasannya sehingga pesawat berbadan besar sudah bisa masuk di Kota Baubau.

Sementara harga Sembako berupa sayur-mayur yang memicu tingginya inflasi disebabkan karena produknya berasal dari luar Kota Baubau misalnya wortel, cabe keriting, telur ayam, ikan bandeng, kol dan sawi, sebagian besar masih didatangkan dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Surabaya.

Ali Hasan mengungkapkan naiknya inflasi di Kota Baubau setiap bulan Juli atau mendekati suasana lebaran dan masa libur mahasiswa dan siswa merupakan trend yang selalu terjadi setiap tahunnya. Meskipun begitu, Ali Hasan mengatakan inflasi itu masih bisa dikendalikan oleh pemerintah daerah dibuktikan dengan tidak naiknya harga barang lain di pasaran seperti beras dan jenis ikan yang stoknya bisa disiapkan dari lokal Baubau.

“Jadi memang inflasi ini kalau dilihat dari bulan ke bulan akan mengalamai fluktuasi (naik-turun). Setelah lebaran biasanya trend inflasi itu akan turun bahkan bisa sampai pada titik terendah. Sehingga kalau dirata-ratakan selama 12 bulan inflasi di Kota Baubau biasanya nanti termasuk yang terendah. Kota Baubau pernah mengalamio inflasi terendah di Indonesia yaitu tahun 2016-2017 dan mendapat penghargaan langsung dari Presiden Jokowi. (AT/ISTIMEWA)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This