Dosen UM Buton Workshop Jurnal Publikasi Internasional Scopus

image_pdfimage_print
 Hadirkan Narasumber dari PMNC Universitas Hasanuddin Makassar

BAUBAUPOST.COM, BAUBAU- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton menyelenggarakan Workshop Konstruksi Manuscript untuk Publikasi Internasional Scopus. Narasumber yang hadir adalah Muhammad Arsyad, Ph.D. Kepala Pusat Publication Management Center (PMC) Unhas, Makassar yang juga Asesor Akreditasi Jurnal Ilmiah Kemristekdikti.

LPPM UM Buton bekerjasama lakukan Workshop untuk Jurnal publikasi internasional Scop b ekerjasama dengan NNHAS Makassar Foto Ardi Toris

 

Arsyad menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini, Pertama memberikan keterampilan kepada para dosen untuk melakukan publikasi internasional di media publikasi bereputasi. Kedua, membantu targeting universitas untuk memperoleh rating/level yang baik dengan meningkatkan instrumrn publikasi, sehingga akan berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Ketiga, kita mau membangun pola Joined Authorship antara universitas dalam suatu publikasi.

“Jadi kita berharap bahwa dalam publikasi internasional, antar universitas berkolaborasi. sehingga kita akan maju bersama, tidak saling meninggalkan baik melalui International Confrens maupun jurnal,” jelas Arsyad.

Lebih lanjut Arsyad mengingatkan bahwa memang benar SCOPUS bukan main destination, akan tetapi kalau kita bisa diindeks oleh mereka, maka itu suatu bentuk international nomination bahwa jurnal kita memenuhi international standard. Meski kita tidak perlu memperdebatkan, karena jika suatu jurnal terakreditasi nasional “A” dan terindeks DOAJ Green Thick, maka itu setara dengan Jurnal Internasional Bereputasi.

Kalau terakreditasi nasional “B”, tetapi terindeks DOAJ Green Thick, maka itu setara dengan jurnal internasional. Bahwa kita bisa Akreditasi Nasional “A” dan juga SCOPUS, maka keduanya akan menjadi magnet bagi penulis baik dalam maupun luar negeri. Jadi tidak akan less paper.

“Jadi kita berharap dosen-dosen UM Buton bisa masuk Scopus dan joint authorship bersama dosen dengan afiliasi Unhas,” ungkap Arsyad yang juga Reviewer Jurnal yang terindeks Scopus dan Alumnus Ryukoku University Kyoto Jepang ini.


Rektor UM Buton Suriadi, SP,MM menambahkan bahwa melalui Workshop interaktif ini dengan sistem karantina dosen dapat membuahkan output berupa manuskrip yang dapat di publish discopus dan dosen yang ada dapat mengajarkan kembali kepada dosen yang lain  dan Insya Allah akan mendukung proses akreditasi kedepan dan diharapkan ada kerjasama antara pihak UNHAS dengan Universitas Muhammadiyah Buton guna menciptakan iklim akademik dilingkungan kampus yang tetap fokus pada Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Ketua LPPM UM Buton Hardin, SP, MM menjelaskan bahwa  kegiatan ini tentunya untuk meningkatkan kapasitas para dosen agar mereka lebih mengenal tentang Tupoksi mereka bukan hanya melakukan tawaf mengajar tetapi tetapi ada tanggung jawab moral untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat apalagi sebelumnya telah diadakan Workshop pembuatan ID Sinta, ID ORCID dan ID Researcher.

Dimana diharapkan para dosen lebih mudah untuk mendaftar di jurnal internasional karena telah memiliki Identitas yang jelas dan tahap worshop kedua ini adalah dosen dapat menyiapkan manuskrip yang sesuai dengan permintaan jurnal internasional SCOPUS yang nantinya jika tulisan para dosen diterima Insya Allah akan mendapatkan ID SCOPUS.

“Sederhananya dosen itu bukan hanya memiliki KTP tetapi ada ID lain seperti yang telah saya jelaskan, dan target kami ke depan Insya Allah akan menjadi host seminar internasional bertempat di Universitas Muhammadiyah Buton dengan bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin Makassar dan hal ini tentunya dapat menguntungkan pihak pemerintah daerah,” ucapnya

hadrdin mengatakan target  pihaknya adalah dapat menghadirkan kurang lebih 100 orang di Kota Baubau baik dari luar negeri maupun dalam negeri dan tentunya obyek wisata Kota Baubau menjadi salah satu rujukan dari kegiatan ini dan pekerjaan ini tentunya akan dimulai dari tahun ini untuk menyiapkan segala perangkatnya dan Insya Allah di bulan Juni atau Juli 2019 dapat diwujudkan.

“Ini bisa diikuti oleh perguruan tinggi yang ada di Sulawesi Tenggara dan yang kami rencanakan Jurnal Internasional yang multidisiplin dan kami pun telah melakukan pelatihan tentang indeksasi jurnal agar kualitas jurnal-jurnal yang kami kelolah dapat dipercaya oleh masyarakat ilmiah untuk memasukkan tulisannya di jurnal yang sedang kami kelolah yaitu berjumlah 8 jurnal yaitu 7 jurnal penelitian dan 1 jurnal pengabdian kepada masyarakat harapan kami kedepan Universitas Muhammadiyah Buton semakin dipercaya oleh masyarakat untuk merekomendasikan putra putrinya untuk menempuh studi di Universitas Muhammadiyah Buton dan kami pun lagi menyiapkan HAKI untuk  hasil penelitian maupun produk INOVASI,” tutupnya. (AT/ISTIMEWA)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This