Ketua PGRI Wakatobi Minta Bebaskan Guru Dari Tindakan Diskriminasi dan Intimidasi

image_pdfimage_print

Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Wakatobi, Asman Hamdi, mengatakan PGRI memiliki kekuatan besar dan sangat berperan dalam memberikan ide-ide segar kepada pemerintah daerah selaku mitra. Terkhusus dalam upaya mendukung visi misi pemerintah daerah seperti pendidikan bersinar.
Untuk itu lanjut Asman Hamdi, PGRI harus bebas dari tindakan diskriminasi dan intimidasi. Sehingga tujuan membangun bangsa melalui pendidikan bisa tercapai.
“PGRI memiliki kekuatan untuk membangun bangsa melalui ide-ide segar baik kepada pemerintah maupun terhadap sesame guru anggota PGRI,” kata Asman Hamdi, dalam sambutannya saat konferensi kerja (Konker) PGRI yang dihadiri Ketua PGRI pusat beberapa waktu lalu.
Menurut Asman Hamdi, PGRI memiliki peran besar dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa melalui proses belajar-mengajar di sekolah. Karena melalui bangku pendidikan bisa tercipta generasi anak bangsa yang cerdas dan terhindar dari tindakan non procedural.
“Guru setiap hari membuka pintu sekolah. Membuka pintu sekolah sama halnya menutup pintu penjara. Karena hanya orang tidak berpendidikan yang melakukan hal criminal,” ungkap Ketua PGRI Wakatobi..
Dikatakannya, di Kabupaten Wakatobi peran guru terkait visi misi pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Hal itu berkaitan dengan program Pemkab Wakatobi yakni pendidikan bersinar.
“PGRI menjadi kekuatan besar dan mampu bermitra dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan cita-cita pembangunan di daerah seperti pendidikan bersina. Jadi sekali lagi, mulai hari ini PGRI harus bebas dari dari intimidasi dan diskriminasi,” ujar Asman Hamdi.
Ditempat yang sama, Bupati Wakatobi H Arhawi, mengungkapkan jika pemerintah Kabupaten Wakatobi sudah lama merindukan kehadiran PGRI. Karena PGRI merupakan mitra sejajar dalam memikirkan peningkatan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Wakatobi.
“Sudah lama Pemkab Wakatobi merindukan kehairan PGRI. Sudah dua tahun lebih saya menjabat Bupati Wakatobi, baru kali ini ada forum yang begitu besar,” kata Arhawi, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PGRI Provinsi Sulawesi Tenggara yang dirangkai dengan dengan Konker PGRI Kabupaten Wakatobi beberapa waktu lalu.
Pemkab Wakatobi lanjut Arhawi, memiliki visi dimana didalamnya memikirkan peningkatan mutu pendidikan. Keterbatasan Pemkab Wakatobi untuk melihat langsung kondisi lapangan, maka peran PGRI sebagai mitra sejajar pemerintah dalam rangka memberikan masukan sangat diharapkan.
“Pemkab Wakatobi sangat serius memikirkan pendidikan. Bupati memeiliki keterbatasan untuk melihat langsung kondisi di lapangan oleh karena itu forum PGRI akan menjadi mitra sejajar pemerintah daerah dalam rangka memberikan masukan dan saran terhadap pendidikan di Kabupaten Wakatobi,” tukasnya.
Cita-cita mulia pemkab Wakatobi daerah dalam kurun waktu lima tahun lanjut Arhawi, bisa dirumuskan dalam berbagai kegiatan di daerah sehingga persoalan pendidikan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Pendidikan sangat penting karena bisa mengangkat harkat martabat serta sumber daya manusia di Kabupaten Wakatobi akan menjadi nyata dimasa datang.
“Saya ingin sampaikan bahwa setelah selesai kegiatan ini bisa ditindak lanjuti pengurus PGRI agar menghimpun kembali guru-guru untuk menyatukan persepsi guna memajukan pendidikan di Kabupaten Wakatobi, banyak hal yang jadi PR untuk memajukan pendidikan,” tutup Arhawi.

X

Pin It on Pinterest

X
Share This