Busel Keciprat Mesin Pabrik Es Balok

image_pdfimage_print

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Kabupaten Buton Selatan (Busel) keciptrat bantuan mesin pabrik es balok dari Kementerian Perindustrian

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Busel, Amril Tamim mengatakan mesin es balok bantuan Kementerian Perindustrian berkapasitas produksi es balok perhari mencapai 10 ton atau 400 balok perhari. Berat es perbalok kurang lebih 25 kilogram

Hadirnya mesin es balok bantuan Pusat tersebut menunggu bangunan pabrik es balok yang dibangun di Desa Katilombu, Kecamatan Sampolawa kelar, yang dianggarkan melalui APBD Busel tahun 2018

“Insya Allah jika tidak ada hambatan,akhir tahun 2018 ini pabrik es balok telah memulai produksi,” ucap Amril Tamim saat ditemui beberapa waktu lalu

Lanjutnya, dengan hadirnya pabrik es balok di Buton Selatan akan menjawab keluhan masyarakat nelayan serta dapat meningkatkan kualitas ikan hasil tangkapan nelayan

“Kita memperhatikan nelayan di Buton Selatan untuk tidak jauh lagi mengambil es balok di Buabau, kita berharap dengan adanya produksi es balok di Buton Selatan, mutu ikan nelayan Buton Selatan semakin baik. Nelayan pergi bawa es sehingga pulang membawa ikan yang kualitasnya tetap terjaga saat terjual,” tuturnya

Tidak dipungkiri, nelayan Buton Selatan merupakan salah satu penyumbang ikan terbesar yang dijual di Kota Baubau. Perairan Buton Selatan diketahui memiliki potensi ikan yang cukup tinggi, maka tidak menutup kemungkinan kebutuhan es balok akan meningkat

“Kita coba dulu jika hasil pabrik es balok 10 ton perhari tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nelayan maka kita akan usulkan lagi untuk ada penambahan mesin es,” katanya
Terkait instasni mana yang akan mengelola pabrik es balok, Amrin Tamim belum dapat memberikan penjelasan detail, karena tergantung pemerintah daerah

“lembaga atau instansi yang ditetapkan untuk mengelola pabrik es belum
ditetapkan, opsinya bisa kita sendiri bekerjasama dengan Dinas Kelauatan dan Perikanan, bisa koperasi, bisa juga Perusda atau dipihak ketigakan, tergantung pemerintah daerah. Intinya diantara pilihan itu dapat berkontribusi dengan pemerinta daerah melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD),” jelasnya

Ditambahkannya, sebelum dioperasikan pabrik es balok tersebut sudah seharusnya ada studi banding didaerah yang telah berhasil mengelola es balok, sehingga dapat menjadi acuan dalam memanajemen pengelolaan pabrik es balok.

“Daerah yang telah berhasil itu Lamongan dan Kabupaten Gorontalo, yang awalnya memiliki satu pabrik es balok sekarang sudah menjadi dua pabrik,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This