Dr HAS Tamrin: Tidak Elok Membangun Opini Monianse Siap Lawan Tamrin

image_pdfimage_print

BAUBAU, BP- Isu Pilpres 2019 yang coba dikerucutkan hingga ke Kota Baubau dengan membangun opini seolah-olah Wakil Walikota Baubau terpilih La Ode Ahmad Monianse akan melawan Walikota Baubau terpilih Dr HAS Tamrin MH dinilai tidak elok atau isunya tidak layak dipublikasikan.

“Saya sudah membaca juga beritanya disalah satu media terkait isu Monianse akan melawan saya di Pilpres 2019. Pak Monianse ini kan wakil saya nanti kalau kami jadi dilantik. Jadi tidak layak kalau saya harus berhadap-hadapan apalagi lawan melawan, tidak elok itu,” kata Dr HAS Tamrin, Kamis (30/08).

Dia menegaskan kalau menyangkut Pilpres baiknya jangan digeneralisasikan. Sebab Pilpres itu, lanjutnya, urusan dari pusat sampai ke daerah, jangan dilihat dalam konteks lain. Kalau dilihat dalam konteks irisan antara PAN dengan PDIP, katanya, boleh-boleh saja. “Tapi jangan dikonstruksi dan dipreposisikan kepada person Monianse melawan saya atau saya melawan Monianse, itu tidak elok,” katanya mengulangi.

Dr HAS Tamrin menyebutkan alasan ketidakelokan berita itu karena keduanya merupakan satu paket ketika maju di Pilwali 2018 lalu, kemudian dari sekarang sudah memperhadap-hadapkan dirinya dengan Ahmad Monianse padahal pihaknya belum dilantik.

“Apa benar Pak Monianse berbicara seperti yang ditulis dalam media itu, saya juga tidak tahu dan memang saya¬† mau mengklarifikasi itu. Baiknya Pak Monianse juga mengklarifikasi apa benar siap mau melawan saya seperti judul berita itu,” tuturnya.

Sebaiknya, kata Dr HAS Tamrin, jangan meributkan atau membangun isu tidak elok seperti itu. Bila sudah dilantik nantinya fokus bekerja dulu. Doktor ilmu pemerintahan itu mengatakan bila sudah resmi jadi walikota dan wakil walikota Baubau berarti keduanya merupakan pemerintah sehingga yang diutamakan adalah bekerja dulu tanpa melihat personnya.

“Setelah dilantik nanti kita akan mewujudkan visi misi Tampil Manis. Lalu karena kita merupakan pemerintah maka kewajiban kita juga melaksanakan visi misi pemerintahan yang ada sekarang yaitu visi misi Presiden Jokowi dengan nawacitanya. Pembangunan itu kan mengalir dari pusat, ke provinsi, hingga ke kabupaten/kota. Ini yang benar, bukan diperhadap-hadapkan begini apalagi diperlawan-lawankan,” katanya lugas.

Dr HAS Tamrin menegaskan baginya tidak ada rumus berhadap-hadapan dengan siapa saja, apalagi dengan wakilnya. “Dengan Paslon yang kita ungguli suaranya saja tidak ingin kita berhadap-hadapan, apalagi sesama kita. Jadi memang saya berharap Pak Monianse juga meluruskan berita itu, tidak elok kita diperlawankan satu sama lain,” tuturnya. Dia pun meminta kepada media agar tidak mendramatisir suatu pernyataan.

Terkait dengan Pilpres 2019, kata Dr HAS Tamrin, keempat figur yang berkompetisi di Pilpres merupakan idola masyarakat Indonesia. “Pak Jokowi merupakan tokoh nasional yang sudah memimpin negara ini dan sudah membangun. Pak Makruf Amin merupakan ulama besar yang kita hormati. Lalu Pak Prabowo merupakan tokoh nasional yang kita kagumi dan Sandiaga Uno merupakan tokoh nasional dengan segala prestasinya,” ucapnya.

Dia berharap semua pihak berkontribusi melahirkan demokrasi yang baik dengan tidak memvonis orang per orang sudah berpihak ke sana atau ke sini dan tidak dalam posisi diperhadap-hadapkan. Masing-masing tentu punya trik-trik dalam berdemokrasi tanpa harus menciderai satu sama lain.

“Sekali lagi saya minta jangan digeneralisasi hanya karena ada irisan partai. Apalagi empat figur yang bertarung di Pilpres itu adalah idola kita semua. Jadi jangan bangun opini seolah-olah kita ini sudah diperhadap-hadapkan, bahkan lebih kasar dari itu seolah-olah kita ini sudah baku lawan, padahal itu tidak mungkin,” tutupnya. (AT/ISTIMEWA)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This