Buka Rapat Anggota KONI Baubau, Dr HAS Tamrin Sebut Saatnya Olahraga Digemakan

image_pdfimage_print

H Masri : Baru 25 Cabor Yang Punya Kepengurusan

BAUBAU, BP-  Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Baubau Dr HAS Tamrin MH mengatakan sudah saatnya olahraga terus digemakan di Kota Baubau karena akan berimbas pada banyak hal termasuk dapat mencerdaskan kehidupan bangsa.

Ketua KONI Kota Baubau Dr HAS Tamrin MH membuka rapat anggota KONI Baubau tahun 2018. Foto Ardi Toris

Pernyataan itu disampaikannya ketika memberikan sambutan sekaligus membuka rapat anggota pengurus KONI Kota Baubau tahun 2018, di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, Sabtu (01/09).

Menurut Walikota Baubau terpilih periode 2018-2023 itu, KONI sebagai organisasi harus menerapkan prinsip-prinsip organisasi yang dikenal dengan planing, organizing, actuacting, dan controlling (POAC), dengan didukung unsur-unsur managemen meliputi  5 M yaitu man, money, material, methode, dan market.

“Semuanya akan berproses dan saling kait mengkait. Sebab tujuan kita adalah untuk meningkatkan prestasi para atlit, namun  kadang-kadang terkendala sinergisitas dari unsur-unsur tadi. Tentu pihak KONI selalu berkoordinasi dengan mitra-mitra KONI seperti pihak Dinas Pemuda dan  Olahraga serta Dinas pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

Dia menjelaskan dari sisi unsur  sumber daya manusia (SDM), katanya  SDM di KONI, SDM instansi-instansi terkait harus visi misi olahraganya bagus. SDM para atlitnya sendiri betul-betul menegakan kedisiplinan, menegakan kebersamaan, serta menegakan moral dan karakternya.

Dia mencontohkan kendala yang dimaksud misalnya tingginya minat masyarakat Baubau terhadap olahraga bola sementara lapangan masih terbatas. Meskipun pihak Pemkot diperiode pertamanya ketika dia jadi Walikota  sudah pernah  mengajukan usulan untuk pembangunan sarana olahraga (SOR), namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Sebenarnya usulan pembangunan SOR itu sudah disahuti namun karena keuangan negara terbatas, ya…kita masih menunggu terus. Komisi X DPR RI pernah turun langsung meninjau lokasi pembangunan SOR di Kecamatan Lealea tahun 2015 dan usulan itu terus kita kawal hingga saat ini. Meski pun begitu, saya melihat olahraga di Baubau ini terus bergema seperti bola kaki dan futsal seiring dengan dicanangkan kejuaraan Walikota Cup sejak tahun 2016,” ucapnya mendapat aplaus dari pengurus KONI yang hadir.

Sebelum digalakkan walikota Cup olahraga di Kota Baubau ini mati suri. Namun begitu diselenggarakan walikota Cup I, kata Dr HAS Tamrin, jumlah club yang mendaftar ada 52. Sedangkan pada walikota Cup II yang menfaftar mencapai 105 club. Itu artinya olahraga di Baubau mulai bergema kembali. Dan kedepan, katanya, cabor lain akan digemakan juga seperti bola voly, basket, dan sepak takraw.

Dr HAS Tamrin menceritakan ketika bertemu Menpora Imam Nahrawi dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ridwan Hisyam tahun 2015, sebenarnya Menpora sudah menyahuti akan datang di Baubau. Namun yang datang akhirnya rombongan komisi X DPR RI berjumlah 10 orang. Kedatangan mereka, lanjutnya, merupakan wujud kepedulian pemerintah pusat untuk membangun SOR di Baubau, hanya saja memang masih terkendala terbatasnya keuangan negara.

Ketua KONI Kota Baubau Dr HAS Tamrin MH berposa dengan pengurus Cabor se Kota Baubau. Foto Ardi Toris

Sehubungan dengan pekan olahraga provinsi (Porprov) yang akan digelar di Kabupaten Kolaka pada 5 Desember 2018, Dr HAS Tamrin mengaku belum memantau sepenuhnya. Karena itu dia meminta semua pihak harus mempersiapkannya termasuk pendanaannya.

“Kita akan menghadapi kendala terkait dengan atlit yang juara lalu tidak diberi bonus, ini akan menjadi pembicaraan publik. Terkait bonus atlit, pihak KONI harus membicarakanya  dengan kepala daerah karena sumber anggarannya dari APBD murni. Setelah juara harus ada bonus, ini juga belum bisa serta merta karena dana pembinaan saja tidak cukup,” tuturnya.

Kalau dipaksakan, lanjutnya,  nanti dijerat masalah sehingga perlu kehati-hatian tapi tetap memikirkan terwujudnya bonus untuk atlit yang berrestasi gemilang. “Kalau dulu kan ada dana taksis dan bisa berkolaborasi sama pengusaha menjadi bapak angkat. Sekarang sudah tidak bisa begitu lagi karena KPK akan memantau kinerja pemerintah daerah. Jadi terkait bonus ini memang harus dipikirkan secara matang,” katanya lagi.

Menurut Dr HAS Tamrin pihaknya memang menghadapi kendala memikirkan bonus atlit yang berprestasi sebab kalau ada atlit yang juara lalu pihaknya hanya memble saja maka akan menjadi bahan pembicaraan publik. Sementara kalau mau dikasih bonus, lanjutnya, anggarannya mau diambilkan dari mana, karena sumbernya sudah jelas dari APBD. Maka sarannya sejak dari awal harus sudah dapat dihitung dengan rinci agar bisa diusulkan pembahasannya melalui APBD.

“Jadi kalau ada iven-iven baik tingkat provinsi maupun tingkat nasional bila ada atlit berprestasi gemilang harus diberi bonus. Hanya saja kadangkala terkendala dengan 5 unsur tadi. Sementara disisi lain bonus itu dapat memotivasi para atlit untuk giat berprestasi.

Dia pun meminta agar dana pembinaan Cabang Olahrag  (Cabor) jangan dipersulit, kalau masih tidak cukup bicarakan dari awal. Karena olahraga ini  langsung menyentuh masyarakat yang sering kali jadi duta daerah. “Artinya semua penting tapi harus ada prioritas,” katanya singkat.

Doktor Ilmu Pemerintahan lulusan terbaik IPDN itu juga meminta penyeleksian atlit dilakukan secara fear agar yang berangkat di Porprov ke 13 di Kolaka adalah memang atlit berprestasi.

“Jangan ada yang saling sikut menyikut. Harus menjaga kekompakan dan kebersamaan serta kedisiplinan. Ini rumus kunci kesuksesan. Harus bisa saling memahami satu sama lain. Coba nonton itu ultimate fighting championship (UFC), kalau habis bertanding biar sudah babak belur langsung saling merangkul. Ini contoh sportivitas,” ucapnya.

Tapi kadang-kadang, kata Dr HAS Tamrin, biar atlitnya sudah saling berangkulan namun sporternya yang tidak bisa menahan diri sampai kadang-kadang juga merusak fasilitas pemerintah. Misalnya sporter sepak bola bonek Persebaya. “Ini bisa menjadi contoh pembelajaran  bagi kita agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain,” jelasnya.

Karena itu dia mengulangi lagi bahwa kekompakan internal para atlit, kekompakan di internal Cabor, kekompakan dilintas Cabor dan sinergisitas antara mitra-mitra KONI akan membuat KONI Baubau menjadi kuat dan berkontribusi pada suksesnya pembinaan atlit untuk berprestasi pada iven apa pun.

Kesempatan itu pula, Dr HAS Tamrin  mengucapkan selamat merayakan hari raya Idul Adha, mohon maaf lahir dan bathin.
Selanjutnya karena sekarang ini masih dalam suasana asian games dan Indonesia merupakan tuan rumah maka Ketua Umum KONI Baubau mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya asian games dan atlit peraih medali emas, semoga bisa menjadi penyemangat bagi pecinta olahraga di Baubau dan Indonesia semoga tetap berada diperingkat keempat dengan sementara meraih 30 medali emas.

Sementara itu, Ketua Panitia H Masri MPd melaporkan rapat anggota tahunan KONI Baubau tahun  2018 berdasarkan AD/ART pasal 34 menyebutkan rapat anggota diselengarakan sekali dalam setahun. Tujuannya pertama untuk menindaklanjuti rapat anggota KONI Provinsi Sultra yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Agustus 2018.

“Kedua yaitu untuk membahas Cabor yang akan diikutkan pada Porprov di Kolaka. Serta menetapkan nomor Cabor yang diikutkan seleksi di Kota Baubau,” ucapnya.  Masri mengatakan Porprov Kolaka akan memperlombakan dan mempertandingkan  33 Cabor. Sementara Kota Baubau baru ada 27 Cabor dan baru  25 Cabor yang lengkap kepengurusannya. Karena syarat ikut Porprov, lanjutnya, harus punya kepengurusan Cabor.

“Pada rapat anggota KONI Baubau saat ini, dari 25 Cabor telah hadir 19 Cabor.  Artinya berdasarkan AD/ART KONI sudah memenuhi sarat untuk  diselenggarakan rapat anggota KONI Kota Baubau tahun 2018,” tuturnya. (AT/Istimewa)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This