Warga Desa Lipu Mangau Tanam Pisang Ditengah Jalan

image_pdfimage_print

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Puncak kekesalan warga Lipu Mangau, Kecamatan Sampolawa terhadap pemerintah tidak bisa lagi dibendung, jalan lintas wilayah kabupaten itu diblokade oleh warga setempat dengan menanam pisang, balok, batang pohon jati, batang kepala disebar ditengah jalan,
sejak Senin (3/9) hingga saat ini, hingga arus lalu lintas terputus.

Sejak tahun 2014 lalu, jalan poros 77 kewenangan pemerintah propinsi tersebut hingga saat ini belum diaspal dan menyisahkan jalan rusak dan berdebu karena masih dalam proses pengerasan meterial timbunan tanah kapur Jalan poros 77 ini menghubungkan wilayah Baubau-Batauga-Sampolawa-Lapandewa. Arus lalu lintas setiap harinya cukup padat dan sejalan dengan debu yang diproduksinya

Di tahun 2014 lalu sempat dilakukan penyiraman namun tidak berlangsung lama, dan terhitung empat tahun masyarakat memendam kesal kepada pemerintah, karena harus menderita menghirup debu tebal yang tidak kunjung hilang. Aksi blokade warga itu spontan dilakukan dan warga pun mengancam tidak akan dibuka blokade tersebut hingga ada solusi dari pemerintah yang berwenang.

Camat Sampolawa La Kali saat dimintai keterangan atas aksi blokade warga Lipu Mangau mengatakan pihaknya sudah melalukan upaya untuk mencarikan solusi baik ke Pemerintah daerah maupun pemerintah Provinsi. Namun aksi protes warga tidak terbendung hingga memblokir jalan.

“Saya sudah komunikasikan ke Pemerintah Daerah, khususnya ke Dinas Pekerjaan Umum untuk dilakukan penyiraman sementara waktu hingga dilakukan pengasapalan, tetapi tidak dianggarakan tahun ini,” tuturnya

Solusi itu merupakan permintaan masyarakat Lipu Mangau, agar meminimalis debu yang dihasilkan oleh arus lalu lintas dijalan tersebut.

“Memang sebelumnya ada penyiraman tetapi tidak berlangsung lama karena keterbatasan anggaran,” ucapnya

Sekitar 1,5 kilometer jalan rusak berdebu yang melitas di Lipu Mangau atau kurang lebih tiga kilometer jalan poros 77 belum teraspal

“Dalam konsultasi saya ke Dinas PU, PU berjanji dalam waktu tidak lama akan menyampaikan persoalan jalan tersebut ke Pemerintah Propinsi
untuk dilakukan perbaikan,” katanya

Sementara Kades Lipumangau La Joki, mengatakan pemblokiran jalan itu sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Namun pemblokiran hingga arus
lalu lintas khususnya roda empat tidak dapat melitas, puncak dua hari lalu.

“Spotan, kebanyakan ibu-ibu yang tanam pisang ditengah jalan, pasang batu, batang kelapa, batang kayu untuk disebar ditengah jalan,”
ucapnya
Kata dia, debu tebal akibat jalan rusak parah ini dihirup oleh warga telah menimbulkan penyakit inspeksi saluran pernapasan dan mengganggu aktifitas warga setempat

“Memang belum ada korban meninggal tetapi debu tebal akibat jalan rusak ini sudah sangat meresahkan warga, jalan satu-satunya rutin dilakukan penyiraman untuk meminimalis debu jalan,” katanya

Dia berharap pengasapalan jalan poros 77 kewenangan pemerintah propinsi ini secepatnya tuntas, sebelum memakan korban jiwa akibat penyakit inspeksi saluran pernapasan.

“Sebaiknya secepatnya diaspal sehingga tidak menimbulkan masalah yang berkelanjutan, kasian masyarakat,” tukasnya (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This