KONI Harap Tiap Kelurahan di Baubau Punya Club Olahraga

image_pdfimage_print

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Terus menggenjot perkembangan olahraga di Kota Baubau, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) harap tiap kelurahan di Kota Baubau bentuk club olahraga.

Tujuannya memperkenalkan metode latihan olahraga sejak diri kepada generasi muda. Dengan latihan yang tekun, KONI yakin, generasi muda mampu membawa angin segar untuk perkembangan olahraga di Kota Baubau.

“Sekarang kan sudah ada club takraw yang dibentuk Husni Uba. Saya harapkan bukan cuma satu club saja, tapi di tiap-tiap kelurahan mempunyai club,” kata Ketua KONI Baubau Dr H As Tamrin MH.

Dengan bimbingan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau serta KONI, As Tamrin yakin, atlet-atlet bisa lebih matang menghadapi setiap kejuaraan.

“Dengan begitu, mereka (atlet-red) akan lebih mahir, karena dilatih sejak diri,” tuturnya.

Sebagi Ketua KONI, Doktor Ilmu Pemerintahan target, akan menyulap Kota Baubau sebagai kota dengan segudang atlet bertalenta. “Kita ingin semua cabang olahraga di Kota Baubau ini lebih berkembang,” tandasnya.

Selain itu, mantan Wali Kota Baubau periode 2018-2023 itu menjelaskan, KONI sebagai organisasi harus menerapkan prinsip-prinsip organisasi yang dikenal dengan planing, organizing, actuacting, dan controlling (POAC), dengan didukung unsur-unsur manajemen meliputi 5 M yaitu man, money, material, methode, dan market.

“Semuanya akan berproses dan saling kait mengkait. Sebab tujuan kita adalah untuk meningkatkan prestasi para atlit, namun kadang-kadang terkendala sinergisitas dari unsur-unsur tadi. Tentu pihak KONI selalu berkoordinasi dengan mitra-mitra KONI seperti pihak Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas pendidikan dan Kebudayaan,” tuturnya.

Dia menjelaskan dari sisi unsur sumber daya manusia (SDM), katanya SDM di KONI, SDM instansi-instansi terkait harus visi misi olahraganya bagus. SDM para atletnya sendiri betul-betul menegakan kedisiplinan, menegakan kebersamaan, serta menegakan moral dan karakternya.

Dia mencontohkan kendala yang dimaksud misalnya tingginya minat masyarakat Baubau terhadap olahraga bola sementara lapangan masih terbatas. Meskipun pihak Pemkot diperiode pertamanya ketika dia jadi Wali Kota sudah pernah mengajukan usulan untuk pembangunan sarana olahraga (SOR), namun hingga saat ini belum terealisasi.

“Sebenarnya usulan pembangunan SOR itu sudah disahuti namun karena keuangan negara terbatas, kita masih menunggu terus,” tuturnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This