Siompu Barat Produksi Garam Skala Kecil

 

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP–Wilayah Buton Selatan memiliki potensi memproduksi garam alami berskala kecil, tepatnya di Kecamatan Siompu Barat. Pengelolaan
dan pengembangan produksi garam tersebut melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala BPMD Busel Amril Abdullah mengatakan meskipun pengelolaan dan pengembangan berskala kecil, dimasa depan akan diupayakan dapat
berproduksi berskala besar. Produksi garam alami di Siompu Barat itu dianggarkan melalui dana desa (DD).

“Tahun 2018 ini melalui DD dicoba dibuka lahan mulai dari pembibitan sampai pemuaian garam. dalam ujicoba hasilnya memang benar kualitasnya
bagus,” ucap Amril Abdullah saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, saat ini lahan untuk pengelolaan dan pengembangan garam alami tersebut masih dalam proses perluasan dan belum begitu luas
karena masih menggunakan dana desa yang tidak begitu besar.

“makanya luasnya belum maksimal karena masih didanai dana desa,” ujarnya.

Kata dia, namun dimasa yang akan datang jika telah berkembang pesat, produksi garam asal Siompu Barat ini dapat dinikmati oleh beberapa
kabupaten di Sultra.

“Kebutuhan garam cukup besar apalagi diwilayah kepulauan misalnya untuk menggarami ikan menjadi ikan asin selain itu dapat digunakan
untuk kebutuhan rumah tangga karena komposisi yodium sudah sesuai standar,” tuturnya

Dia berharap dimasa-masa yang akan datang pengembangan dan pengelolaan garam yang dikelola oleh BUMDes di Desa Siompu Barat dapat
berkesinambungan, sehingga produksinya merambah hingga diluar wilayah Sultra khususnya wilayah Indonesia Timur.

“Jika ini berhasil, penjualan bisa menjangkau wilayah timur,” harapnya

Tapi Amril Abullah menyadari dalam memproduksi garam itu termaksud hal yang rumit. Jika tidak serius dikelola dengan baik akan merugi.

“Ini karena harga garam di pasaran nasional saja masih rendah, kisaran Rp 2500 per kilogram. Bahkan angka Rp 3 ribu per kilogram itu rendah
sekali, tapi jika diupayakan dengan baik, akan membawa keberhasilan, paling tidak dapat menampung tenaga kerja dari masyarakat setempat,”
tukasnya (*)

Pin It on Pinterest