Direktur PT Merah Putih Bakal Digugat

image_pdfimage_print

 Diduga Terobos Lahan Warga Lakologou

Peliput: Alyakin

Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Direktur PT Merah Putih, Purnama bakal digugat Adimin salah satu Warga Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau. Pasalnya, PT Merah putih yang juga pelaksana proyek pembangunan jalan lingkar diduga mengambil tanah timbunan warga tapa minta izin untuk dijadikan landasan jalan lingkar yang dibangun di Kota Baubau.

Hal ini diungkapkan Kuasa hukumnya Adnan SH kepada Baubau Post akhir pekan lalu. Dikatakan, pengerukan tanah milik kliennya yang di lakukan PT Merah Putih adalah merupakan perbuatan melawan hukum dan menimbulkan kerugian pada pemilik tanah.

“Klien saya hidup sebagai petani. Nah sekarang lahan yang dijadikan lahan pertanian sudah rusak sehingga hal itu sama halnya hidup jadi terancam, tindakan PT Merah Putih mengeruk tanah tanpa izin sangat tidak dibenarkan secara hukum,” jelasnya

Kata dia, kerugian yang dialami tidak hanya dihitung berdasarkan tanah yang diambil, tetapi lebih dari itu. Dalam artian tanah itu kini telah tandus yang tidak bisa lagi dijadikan lahan perkebunan.

Kendati demikian, pihaknya masih membuka kesempatan kepada pihak PT Merah Putih bila mana masih punya itikad baik untuk menyelesaikan pengembalian kerugian kliennya sebesar Rp 300 juta, namun jika tidak mempunyai itikad maka akan menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Sementara itu, Adimin mengaku tanah timbunannya di ambil PT Merah Putih tanpa izin. Tanah timbunan tersebut digunakan untuk pelapisan jalan lingkar yang dibangun di Kecamatan Bungi Kota Baubau.

Sebagai pemilik tanah timbunan, Adimin belum pernah ditemui pihak PT Merah Putih terkait dengan pengambilan tanah timbunan di kebunnya. Pihak perusahaan mengambil tanahnya secara diam-diam.

“Iya betul, karena waktu dia ambil dia tidak kasih tahu saya, dan biar satusen pun uangnya belum saya ambil,” ujarnya.

Adimin mengetahui tanah timbunannya diambil oleh pihak PT Merah Putih saat
dirinya pergi di kebun, tanah timbunan sudah dikeruk alat berat. Adimin kemudian menyuruh operator alat berat untuk menghentikan kegiatannya karena belum ada kesepakatan harga, namun pihak pengelola tetap melanjutkannya karena mengejar target pekerjaan.

“Cocok harga baru lanjutkan ambil. Kalau tidak jangan ambil material disitu,” tegasnya.

Lanjutnya, sesudah itu dda pihak PT Merah Putih datang ke kedimamannya dengan membawakan uang Rp 5 juta, namun Adimin menolak.

Direktur PT Merah Putih, Purnama ketika dikonfirmasi media ini mengatakan akan mengganti rugi. Namun pihaknya merasa keberatan dengan harga yang diminta pemilik tanah.

“Hanya persoalan besarannya, dia minta Rp 50 juta, paling tinggi itu Rp 5 juta,” katanya

Terkait persoalan izin kepada pemilik tanah, Dirut PT Merah Putih mengaku belum menemui secara langsung pemilik tanah. Namun dalam proses pengambilan tanah timbunan pihaknya telah menemui keluarga pemilik tanah.

“Ada yang mengaku punya lahan di situ, tapi ternyata bukan dia yang punya,” tandasnya

Untuk diketahui, Pekerjaan Jalan lingkar di Kecamatan Bungi Kota Baubau di Targetkan pada oktober 2018 selesai. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This