Provokator Tawuran SMPN 4 dan SMPN 3 Baubau Terungkap

image_pdfimage_print

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP – Kasus pelemparan yang sering terjadi beberapa bulan terakhir di SMPN 3 dan SMPN 4 Baubau, akhirnya terungkap. Pelakunya berasal dari siswa SMKN 2 Baubau, diduga untuk memprovokasi para siswa didua sekolah tersebut.

Wakil Kepala Sekola (Wakasek) SMPN 4 Baubau, Sijuddin SPd mengatakan kronologis kejadian itu mula-mula diawali dengan pelemparan secara serentak oleh gerombolan siswa yang belum diketahui pasti identitasnya. Kejadian itu berlangsung pada saat jam pelajaran berlangsung. Setelah mendengar bunyi lemparan tersebut, Satpam sekolah langsung meninjau lokasi pelemparan yang berasal dari luar pagar belakang sekolah.

“Pada saat guru sementara mengajar tiba-tiba bunyi lemparan atap kelas, kemudian satpam sekolah mengejar namun mereka menghilang, tidak lama kemudian mereka datang kembali, sehingga satpam kami berhasil menangkap satu orang,” jelasnya.

Setelah tertangkap, pihak sekolah langsung mengiterogasi siswa tersebut. Setelah mendapatkan keterangan, ternyata pelaku yang terlibat sebanyak tujuh orang dan berasal dari SMKN 2 Baubau, kelas X, Jurusan Listrik.

“Kemungkinan motifnya mereka ingin mengadu domba sekolah, karena kalau mereka jalan dari ujung ke ujung dan mereka melempar semua sekolah yang berjejer yaitu SMAN 2, SMPN 4, SMPN 3, SMAN 4 dan SMA Bataraguru. Yah, otomatis akan ada saling tuduh antara sekolah,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan kesaksian dari pelaku, pihak sekolah langsung menghubungi Polsek Murhum untuk menindak lanjuti penelusuran anggota pelaku lainnya.

Tidak berlangsung lama, aparat kepolisian langsung menangkap tiga orang anggota lainnya pada pukul 11.41 Wita di SMKN 2 Baubau. Namun, masih ada tiga anggota lagi yang belum teridentifikasi.

Kepala SMKN 2 Baubau, La Safini SPd menyesalkan tindakan para siswanya. Untuk itu, ia mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada sekolah terkait yakni SMPN 3 dan SMPN 4 Baubau.

Lanjut Safini, pihak sekolah akan mengambil sikap tegas atas kenakalan para siswanya. Bahkan orang tua para pelaku akan dipanggil ke sekolah. (#)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This