Tidak Ada Tawar Menawar Penetapan Upah Minimum

image_pdfimage_print
Wa Ode Asma

Wa Ode Asma: Kesejahteraan Karyawan Itu Utama

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP – Penegakkan Upah Minimum Provinsi (UMP) terus dimaksimalkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Baubau. Disnaker berupaya, seluruh badan usaha di Kota Baubau menerapkan UMP.

Demikian diungkapkan Kabid Hubungan Industrial dan Jamsostek, Wa Ode Asma saat dikonfirmasi di sela-sela kesibukannya menggelar kegiatan di salah satu hotel di Kota Baubau, selasa (09/10).

“Saya tekankan kepada pimpinan perusahaan, upah minimum itu tidak ada tawar menawar, itu adalah aturan,” tegasnya.

Sudah semestinya, kata Wa Ode Asma, seluruh badan usaha di Kota Baubau menerapkan UMP. “Kita masih pake UMP 2018 sebesar Rp.2.150.000,” katanya.

Lanjut Asma, penegasan penetapan UMP tersebut, bertujuan mensejahterakan karyawan. Mengingat peran karyawan dalam mendorong kemajuan perusahaan cukup besar.

“Kesejahteraan karyawan itu penting dan utama. Bagaimana perusahaan mau maju, kalau kesejahteraan karyawannya tidak diperhatikan,” tukasnya.

Ia membeberkan, masih banyak badan usaha di Kota Baubau yang diduga belum menerapkan UMP. Seiring masuknya beberapa laporan keluhan sejumlah karyawan yang terkena PHK.

“Kadang kita dapat laporan, tapi itu nanti mereka (karyawan-red) sudah di PHK. Sebelumnya, kami datang survey di tiap perusahaan, ketika ditanya karyawannya, tidak satupun yang menjelaskan gaji sesungguhnya. Makanya kita harapkan kepada karyawan supaya ada keterbukaan,” tandasnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This