Warga Blokade Jalan Poros Bandar Batauga

Kontraktor Diminta Selesaikan Pengaspalan

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Jalan Poros Bandar Batauga diblokade warga setempat menggunakan batu kapur dan kayu balok. Pasalnya kurang lebih 98 meter panjang jalan belum tuntas diaspal oleh CV Mega Cipta Mandiri.

Blokade jalan yang sering dilalui oleh truk pasir tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat yang setiap harinya menghirup debu. Bukan hanya itu kekesalan warga memblokade jalan akibatt pernyataan kontraktor seakan tidak ingin melanjutkan sisa pengasapalan jalan tersebut karena telah mencukupi volumenya pengaspalan

Lurah Bandar Batauga Wa Ode Zahara mengatakan pembicaraan kontraktor kurang nyaman didengar oleh warga. Bahkan seakan-akan menantang masyarakat untuk tidak akan menyelesaikan sisa pengaspalan dengan alasan sudah mencukupi volume pengaspalan

“Kemarin itu dia (kontraktor) bahasanya seperti itu kepada masyarakat, agak menantang. Katanya koutanya hanya sebatas itu saja, bahkan jika ada warga yang merasa keberatan dengan pekerjaannya dipersilahkan melapor,” tutur Wa Ode Zahara saat ditemui dikantor Kelurahan, Selasa (09/10).

Pertanyaan warga kata Zahara, jika pengaspalan jalan di Bandar Batauga hanya sebatas itu, kenapa titik nol pengasapalan tidak dimulai dari atas yang bersambung dengan jalan poros Batauga tetapi dari bawah

“Kata kontraktor kepada masyarakat pada saat itu bahwa kesalahan dari perencanaan,” ucap Zahara

Ditambahkannya, sejak awal, pihak kontraktor tidak memiliki iktikad baik. Jika ada, pasti telah memberikan informasi terkait pekerjaannya kepada masyarakat, paling tidak berkomunikasi dengan pihak kelurahan yang kemudian diteruskan kepada masyakarat, tetapi itu tidak dilakukan

“Jangan selembar kertas atau berkomunikasi, pamit saja tidak. Jadi kita mau tahu dimana volume pengasapalan sampai dimana, nanti sudah meresahkan masyarakat. Saya pikir dihentikan pekerjaan sehari untuk dilanjutkan kembali tetapi hingga saat ini pengasapalan belum dilanjutkan, sementara warga menginginkan sisa pengaspalan itu diselesaikan secepatnya sehingga tidak meresahkan masyarakat akibat debu,” tukasnya

Sementara PPK pekerjaan pengaspalan jalan Bandar Batauga dari Dinas PUPR Buton Selatan, Sahril mengatakan sisa pengasapalan sepanjang kurang lebih 98 meter itu tetap akan diselesaikan oleh pihak kontraktor.

Lanjutnya, permasalah belum dilanjutkannya sisa pengaspalan jalan itu karena pihak kontraktor melakukan DO aspal tidak cukup hingga menyisakan kurang lebih 98 meter yang belum diaspal. Intinya tetap harus diselesaikan pekerjaan pengasapalan itu hingga tuntas sesuai
kontrak

“Jadi pihak kontraktor yang mengaspal jalan di Bandar Batauga ini meminjam alat berat perusahaan lain, jadi pada saat pengasapal jalan itu, mereka DO aspal tidak cukup, sementara alat berat pada saat itu juga harus dipakai ditempat lain, setelah dialihkan ke lokasi lain
maka mereka harus menunggu antri kembali untuk menggunakan alat berat itu guna menyelesaikan pekerjaannya,” tutur Sahril

Sementara, soal penyataan kontraktor kepada masyarakat Bandar Batauga bahwa volume pengaspalan sudah tuntas dan seakan tidak lagi dilanjutkan sisa pengasapalan, bahkan menyalahkan perencanaan yang tidak matang, kata Sahril, penyataan itu salah, karena perencanaan sudah tuntas digarap

“Kalau perencanaan sudah dihitung, lebar dan panjangnya, jadi tidak ada masalah dengan perencanaan, karena tidak direncanakan baru kemarin
tetapi sudah lama dan tuntas,” ucapnya

Kata Sahril, pekerjaan pengasapalan di Bandar Batauga menelan anggaran melalui APBD kurang lebih Rp 700 juta, perusahaan yang mengerjakannya CV Mega Cipta Mandiri dan progres pekerjaannya kurang lebih 85 persen, sementara baru uang muka yang diterima pihak perusahaan. Jadi jika sisa pekerjaan pengasapalan itu tidak dilanjutkan, sementara dalam
kontrak kerja harus tuntas maka pihaknya tidak akan mengakomodir pengurusan hingga selesai

“Nanti dilihat jika pekerjaan mereka tidak tuntas,” katanya

Ia menambahkan, agar masyarakat Bandar Batauga bersabar dan dipastikan sisa jalan Bandar Batauga itu akan diaspal, karena itu merupakan kewajiban pihak kontraktor untuk menyelesaikannya dan hanya menunggu antrian alat berat saja (*)