Penerimaan Bantuan Bencana Sulteng Dihentikan

Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Penerimaan bantuan bagi korban bencana di Sulawesi Tengah (Tengah) akan segera dihentikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau. Pasalnya, pengiriman bantuan ke lokasi bencana melalui jalur laut sudah dikenakan biaya.

Dikutip dari antarasultra, Kepala BPBD Kota Baubau La Ode Muslimin Hibali mengatakan, pengiriman bantuan ke Sulteng secara gratis mulai dihentikan oleh Pelni pada Kamis (11/10). Pihaknya khawatir, jika bantuan barang yang diterima tidak sampai kepada korban bencana.

“Hal ini yang kami pikirkan kalau misalnya ketika barang ini diberangkatkan tentu sudah harus bayar. Memang masih ada yang ingin membawa bantuan lagi tapi kita sudah tolak, karena jangan sampai barang tidak bisa kita berangkatkan sehingga menjadi pembicaraan orang,” ungkapnya.

Lanjutnya, masih terdapat dua truk bantuan korban bencana berupa pakaian, air mineral, makanan instan dan popok bayi. Logistik ini rencananya siap dikirim untuk gelombang kedua, namun pihaknya masih akan melihat besaran biaya pengiriman melalui jalur laut itu. Sehingga pihaknya masih mempertimbangkan untuk pengiriman melalui jalur darat.

“Kalau misal anggarannya lebih besar lewat kapal Pelni kita akan mengupayakan melalui jalur darat,” ujarnya.

Disebutkan, tidak disiapkan anggaran untuk pengiriman bantuan melalui kapal Pelni. Karena awalnya pada pengiriman pertama melalui KM Lambelu biaya transportasi donasi dari masyarakat tersebut digratiskan.

Pengiriman relawan sebanyak 28 orang pada gelombang pertama itu, kata dia, terdiri dua pegawai negeri sipil BPBD berangkat dalam tugas kemanusiaan mengggunakan SPPD. SPPD kalau pejabat eselon sebesar Rp 9 juta. (**)