BPN: Kebutuhan Prona Wakatobi 1050 Bidang

image_pdfimage_print

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kuota Wakatobi untuk program agraria nasional (prona) tahun ini lebih sedikit dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kebutuhan masyarakat tidak mencukupi kuota yang diberikan pemerintah pusat.

“Tahun 2018 ini kuota Wakatobi sebenarnya 2000 bidang. Namun kebutuhan masyarakat hanya 1050 bidang. Sehingga sisanya dialihkan ke Kabupaten lain di Sultra,” ungkap Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Wakatobi, M Rahman.

Pihaknya meminta kepala desa dan lurah di Wakatobi untuk pro aktif melakukan pendataan tanah di wilayahnya. Untuk selanjutnya dilaporkan ke BPN Wakatobi.

“Kita berharap kepala desa dan Lurah bisa pro aktif lakukan pendataan tanah milik warga di wilayahnya, jangan hanya menunggu. Karena bicara kuota tergantung kebutuhan,” pintanya.

Dijelaskan, Prona yang telah berjalan selama ini akan berubah nama menjadi pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTS).

Prona dan PTS kata M Rahman, memiliki perbedaan dalam hal pelaksanaan di lapangan.

Prona lebih kepada menindak lanjuti kebutuhan masyarakat, sedangkan PTS pihaknya melakukan pengukuran secara merata. Sehingga pihaknya memiliki data sebagai referensi untuk melakukan pemetaan terhadap seluruh tanah di daerah.

“Ke depan bukan lagi prona tapi PTS. Jadi semua tanah baik itu tanah milik masyarakat, milik adat, kuburan hingga tanah bermasalah akan kita ukur. Tujuannya agar kita miliki data untuk dilakukan pemetaan. Berapa besar tanah bermasalah, tanah masyarakat dan lain sebagainya,” pungkasnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This