Ketua DPRD Wakatobi: Desa Timu Layak Disebut Desa Santri

Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wakatobi, Muhamad Ali SP.MSi, mengungkapkan Desa Timu Kecamatan Tomia Timur telah layak jika disebut Desa Santri.

Hal itu disebabkan Desa Timu atas gagasan pemerintah Desa dan masyarakatnya menciptakan destinasi wisata halal. Selain itu juga lanjut Muhamad Ali, Desa Timu merupakan wilayah administratif keberadaan Pondok Pesantren di pulau Tomia.

“Sebagai desa destinasi wisata halal yang terletak di pantai Tiroau, dan memiliki pondok pesantren maka perkampungan di Tiroau mau tidak mau disebut Desa Santri sebagai pendukung wisata halal,” sebut Ketua DPRD Wakatobi saat peletakan batu pertama pembangunan Mushola Terapung di pantai Desa Timu beberapa waktu lalu.

Desa Timu kata Muhamad Ali, satu-satunya desa di pulau Tomia dan mungkin di Wakatobi yang menurut data Kepolisian khususnya Polsek Tomia Timur memiliki tingkat kerawanan terendah.

“Data Polsek, di pulau Tomia tingkat kerawanan terendah bahkan kejadian miras dalam kurun satu tahun adalah Desa Timu,” kata Muhamad Ali.

Selain itu juga Muhamad Ali, menyebut jika pihak Kepolisian tidak pernah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak kriminal. “Dan untuk kriminal polisi tidak pernah melakukan penangkapan di Desa Timu termasuk miras nol persen,” ungkap Ketua DPRD Wakatobi saat itu.

Dengan beberapa bukti dukungan prestasi yang dimiliki Desa Timu tersebut, Muhamad Ali, mengajak pemerintah Desa Timu dan masyarakatnya agar anggaran pembangunan yang masuk di desa hendaknya diarahkan untuk menunjang kegiatan infrastruktur yang baru ernuansa Islam.

“Kalau sudah begitu maka tugas kita bagaimana ADD dan DR melalui kades dan Pemda serta Kemenag dalam satu tekad bahwa pariwisatanya harus bernuansa Islam,” pungkas Muhamad Ali. (*)