Bupati Butur Kunjungi Kapal Kargo yang Berlabuh di Pelabuhan Lasora

image_pdfimage_print

Peliput: Darson

BURANGA, BP– Bupati Buton Utara (Butur) Abu Hasan menyambut baik kedatangan Kapal Kargo Kandhaga Nusantara yang saat ini telah singgah dan berlabuh di dermaga Lasora Kecamatan Kulisusu. Diketahui kapal tersebut sementara melakukan pengenalan medan, karena rute yang dilintasinya merupakan jalur tol laut yang diprogramkan oleh Presiden RI Joko Widodo untuk memberi kemudahan jangkauan mobilisasi serta bisa menstabilkan harga-harga bagi daerah terpencil dan pulau terisolir.

Mengingat pentingnya momen tersebut, Abu Hasan bersama istri Sitti Rabiah Abu Hasan meninjau langsung serta menjumpai pihak Syahbandar dan nahkoda kapal di dermaga Lasora Kulisusu, Minggu (4/11).

Pada kesempatan itu, Abu Hasan mendengarkan langsung kendala nahkoda kapal saat mengarungi laut di Butur. Belum adanya rambu-rambu sebagai petunjuk dan penuntun jalur lalu lintas laut, merupakan keluhan dari nahkoda itu.

Selain itu, dipersulit dengan masih adanya karang yang mempersempit ruang gerak kapal yang berkapasitas besar dan mahal tersebut, walaupun diakui laut Butur sangat dalam.

Menanggapi keluhan dari pihak kapal, Abu Hasan dalam waku dekat akan membahas hal tersebut bersama instansi teknis dalam hal ini Dinas Perhubungan serta Dinas Kelautan dan Perikanan untuk segera merespon dan menata kembali lintasan yang akan dilalui oleh jalur Tol Laut tersebut.

“Kami akan segera bahas dengan pihak terkait untuk menata kembali jalur lintasan,” kata Abu Hasan.

Keberadaan kapal itu di Butur saat ini, sebagai bentuk promosi awal, bahwa kehadiran kapal tersebut sebagai bentuk program pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan aktivitas pendistribusian hasil produksinya baik hasil bumi maupun hasil laut. Kalau Pemda Butur juga butuh barang dari Makassar bisa diangkut menggunakan jasa kapal ini.

Untuk setiap satu peti kemas dapat memuat 12 ton sampai dengan 20 ton barang dan rencananya disetiap titik dermaga yang disinggahinya akan menurunkan peti container untuk memuat barang yang hendak diantar ke kepulauan. Selanjutnya dilakukan pemuatan menuju rute yang sudah ditetapkan.

“Adapun rute yang dilewati dimulai dari Makasar, menuju Selayar, Jampea, Soteli, Raha (Muna), Buton Utara, Banabungi (Buton), kemudian kembali lagi di Makassar, dengan lama tempuh 11 hari tiba kembali di masing-masing dermaga,” terangnya

Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu mengingatkan, kalau jadwal kapal sudah ada kepastian tetap, tidak hanya jalur laut yang akan dibenahinya akan tetapi infrastruktur pelabuhan juga menjadi fokus perhatianya. Sebab tempat bongkar muat barang diperlukan penataan ruang yang cukup representatif hingga memudahkan alat transportasi darat dan laut saat melakukan proses bongkar muat.

“Mengingat Buton Utara tidak hanya memiliki kekayaan hasil bumi (pertanian dan perkebunan), namun hasil lautnya juga melimpah. Maka, saya berharap agar kapal angkut ini selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam berlayar serta wilayah Buton Utara menjadi jalur tetap,” imbuhnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This