DPPA Kabupaten Buton Bentuk PTPPA

image_pdfimage_print

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP- Dinas Pemberdayaan dan Pelindungan Anak (DPPA) Kabupaten Buton membentuk Pusat Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PTPPA). Unit ini dibentuk untuk membantu korban Kekerasan Dalam Rumah Tanggah (KDRT) dan kekerasan pelecehan seksual anak di bawah umur.

Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Anak DPPA Ati Leda, mengatakan pembetukan PTPPA untuk mendampingi korban dalam proses penegekan hukum baik di Polres, Kejaksaan Negeri (Kejari), maupun di Pengadilan Agama. Pendampingan tidak dikenakan biaya.

“Apabila ada masyarakat yang telah menjadi korban kekerasan dapat melaporkan disini, kami dampingi,” katanya.

Pembentukan PTPPA sejak tahun 2017 lalu. Namun mulai berjalan pada November 2018, karena banyak yang harus dipersiapkan.

“Karena kita kerja harus punya dasar. Ke depannya, mulai tanggal 5 November ini kelola mulai dari Kecamtan Siotapina, Lasalimu, Pasarwajo, dan Wabula, agar mastarakat tahu,” jelasnya.

Selain itu, sejak Januari sampai Oktober 2018 terdapat tiga kasus KDRT di Kabupaten Buton. Salah kasus KDRT yang telah didampingi dalam proses hukum yakni kasus penelantaran, yang mana suami meningglakan istrinya tanpa dibiayai.

“Kasus KDRT ada empat macam, yakni kekerasan, fisik, psikis, preseksual dan penelantaran,” urainya.

Dalam menangani kasus, pihaknya tidak langsung melangkah ke ranah hukum. Terlebih dahulu diambil langkah mediasi antara korban dengan pelaku.

“Terkadang kasus KDRT karena faktor emosi. Rata-rata kasus KDRT itu pada umumnya karena masalah kesenjangan ekonomi,” tutupnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This