BPN Baubau Target 7000 PTSL Tahun Depan

image_pdfimage_print

Peliput: Ady Cacung

BAUBAU, BP- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Baubau targetkan 7 ribu Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk melengkapi semua sertifikat tanah di Kota Baubau. Jumlah ini naik dua kali lipat dibanding tahun ini sejumlah 3300 PTSL.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Baubau Abdul Muin AS melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deni, menjelaskan sejak tahun 2017 Program Nasional Agraria (Prona) telah tergabung dalam satu wadah yaitu PTSL. Sudah termasuk Prona, tanah pertanian, nelayan, UKM.

Dalam pembuatan PTSL, masyarakat tidak dipungut biaya karena berasal dari Anggaran Pengeluaran Belanja Negara (APBN).

Sementara itu, sejak tahun 2017 setiap kelurahan sudah ditetapkan jumlah kuotanya. Namun untuk tahun 2019, polanya dirubah tidak ada lagi pembatasan kuota.

Tujuan dilakukannya PTSL ini, untuk pemberian sertifikat lengkap, mencakup keseluruhan dalam satu daerah tanpa terkecuali. BPN akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk memastikan jumlah masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah.

“Semua akan diukur baik yang sudah bersertifikat maupun yang belum agar terpetakan tiap-tiap wilayah,” jelasnya.

Dijelaskan, Memorandum of Understanding (MoU) tiga menteri yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Menteri Agraria dan Tataruang menunjang terselenggaranya kegiatan PTSL. Salah satu poinnya yaitu memungkinkan masyarakat untuk melengkapi berkas dari desa atau kelurahan.

Pihaknya mengakui masih kekurangan sumber daya manusia di lapangan. Sehingga untuk mencapai target perampungan PTSL yang telah ditetapkan, pihaknya membutuhkan tambahan petugas.

“Ini yang saya pikirkan, semakin besar angka target yang diberikan sampai saat ini belum ada penerimaan pegawai untuk meminimalisir kendala kendala di lapangan. Seperti tenaga pengukur di lapangan dan mengantisipasi pemilik tanah yang tidak berada di daerah tersebut,” paparnya.

BPN Pusat melalui pihaknya berharap, semua masyarakat segera mendaftarkan tanahnya agar memiliki sertifikat. Saat ini pemetaan tanah sudah memakai sistem online, sehingga lebih mudah dipetakan tiap-tiap daerah dan lebih mudah di akses dimanapun untuk mengetahui lokasi tanahnya.

Memiliki sertifikat menjadi nilai positif tersendiri untuk si pemilik tanah karena bisa dimanfaatkan dengan baik,” tutupnya. (#)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This