JPU Tidak Bisa Buktikan Dugaan Suap Kades Morikana

image_pdfimage_print

Kepala Desa Morikana Dibebaskan Pengadilan Tipikor Kendari

Peliput Alaykin

PASARWAJO, BP – Kepala Desa Morikana, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Latif Abadi dan Sarmin selaku pengusaha diputuskan bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari, Kamis(29/11) lalu.

Kuasa hukum Latif Abadi, Hasno SH saat dikonfirmasi Baubau Post via selulernya mengatakan, dalam fakta persidangan di Pengadilan Tipikor, jaksa tidak mampu membuktikan dakwaannya. Dari bukti-Bukti yang diajukan oleh penuntut umum, baik saksi maupun ahli pidana seorang Prof dari UNHAS tidaklah dapat membuktikan kesalahan kedua terdakwa.

Lebih lanjut dikatan, terdakwa Latif Abadi diduga menerima suap dari saksi Sarmin sebesar Rp. 50 juta untuk kepentingan proyek Irigasi persawahan di Desa Morikana kecamatan Mawasangka, kabupaten Buteng sebesar Rp. 19 Miliar.

“Perkara no.50/Pid.Su-PTK/2018/PN.Kdi atas nama Terdakwa Sarmin. dan No.51/Pid.Sus-PTK/2018/PN.Kdi atas nama terdakwa Latif Abadi, Perkara diputus pada hari kamis 29 november 2018” katanya

Dijelaskan, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pasarwajo mendakwa Latif abadi dengan pasal 12 jo. Pasal 11 uu no. 31 thn 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU.no. 20 tahun 2001. Tapi uang Rp 50 juta yang diberikan oleh Sarmin kepada Latif Abadi adalah murni untuk kepentingan bisnis/ usaha yang dimiliki Latif Abadi yakni usaha papimblok, cetak batako dan ternak sapi .Sebab dalam keterangan saksi Zainun yang diajukan oleh Penuntut Umum bahwa Zainun juga pernah kerja sama dengan terdakwa

“Menurut majelis hakim uang sebesar Rp. 50 juta dari Sarmin yang juga terdakwa dalam perkara ini bukanlah merupakan suap karna tidak ada hubungannya dengan jabatan Latif Abadi sebagai kepala Sesa Morikana,” tukasnya

“Lagi pula proyek irigasi yang dituduhkn oleh Penuntut umum kepada latif abadi itu tidak ada. Sebagaimana keterangan saksi bernama Aminuddin, SE PNS yang bertugas di dinas PU kabupaten Buteng mengatakan jika proyek irigasi persawahan tidak di Desa Morikana melainkan ada di kecamatan Mawasangka,” katanya

Sedangakn terdakwa sarmin, tambahnya, telah dibebaskan dari dakwaan penuntut umum karna tidak terbukti melakukan penyuapan kepada Latif Abadi sebagai kepala Desa morikana terkait dengan proyek irigasi persawahan di desa morikana sebesar Rp. 19 miliar.

“Jaksa mendakwa Terdakwa sarmin dgn pasal 5 ayat 1 huruf a. Tapi Majelis Hakim membebaskan sarmin karena dakwaan jaksa tidak terbukti. Karena pemberian uang Rp.50 Juta bukan suap untuk mepengaruhi jabatan latif abadi sebagai kepala desa tetapi bersifat pribadi karena usaha,”tandasnya(*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This