Peningkatan Kualitas SDM Kemenag Buteng Terkendala Anggaran

image_pdfimage_print

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) memiliki banyak rancangan program maupun kegiatan yang berkaitan erat dengan upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparaturnya. Namun untuk mewujudkannya, terkendala keterbatasan anggaran.
“Untuk peningkatan kualitas SDM, terus terang kami terkendala dengan penganggaran, rata-rata kegiatan kan dipusatkan di provinsi, misalnya terkait dengan penyuluh atau pelatihan guru-guru itu terbatas,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Buteng Muchtar SAg MA ditemui, Rabu (05/12).

Sebelumnya lanjut Muchtar, di Kantor Kemenag seringkali digelontorkan dana kegiatan, baik yang berkaitan dengan pembangunan fisik maupun non fisik.

Seperti pada pembinaan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengurus masjid maupun pengajar.

“Kalau dulu kan banyak dana-dana untuk membiayai kegiatan, seperti para imam mesjid, atau berkaitan dengan penyelenggaraan jenazah itu dibebankan kepada Kemenag kabupaten. Kalau terkait dengan pengembangan mutu itu ditempatkan di provinsi, misalnya guru matematika, guru fisika, dan lain sebagainya,” paparnya.

Meskipun demikian, pihaknya memahami bila minimnya bantuan anggaran kegiatan saat ini, salah satunya disebabkan banyaknya pembangunan infrastruktur yang sedang di genjot oleh pemerintah pusat maupun provinsi, guna memaksimalkan pembangunan di segala bidang.

“Untuk masalah anggaran masih terfokus di infrastruktur, sehingga kegiatan yang menyentuh bidang sosial itu sangat dikurangi, untuk saat ini kegiatan pengembangan mutu di kabupaten hampir tidak ada, palingan yang ada hanya program MGMP yang ada di Satker Makassar, program pengembangan diri, karena itu berkaitan dengan kinerja guru-guru di madrasah,” ujarnya.

Muchtar mengharapkan, pemerintah pusat dapat mengucurkan anggaran yang memadai serta mampu menyentuh seluruh elemen maupun komponen kegiatan disegala aspek, baik di bidang pengembangan kualitas SDM, sosial kemasyarakatan, hingga pemenuhan unsur tenaga administrasi di semua instansi maupun satker lingkup kemenag.

Saat ini pihaknya memerlukan tenaga honorer yang memiliki kemampuan di bidang Informasi dan Teknologi (IT).

“Sekarang saja tenaga IT di kantor ini saya lihat masih kurang, karena masih ada bidang yang lowong,” tutupnya. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This