Baubau Dipersiapkan Bersaing Dengan Daerah Lain di Regional Sulawesi

Tim Ahli Kemendagri: Kalau Skala Kepton dan Sultra, Kota Baubau Sudah Unggul

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Kota Baubau siap go nasional. Kota pemilik benteng terluas ini siap menyaingi kota-kota lain di Sulawesi.

Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Baubau periode 2018-2023 di Aula Kantor Walikota Baubau, jumat (28/12), Tim Penyusun Pemendagri 54, 84 dan UU 23 tentang Pemerintah Daerah Riko Arya Radestya menyebut level saing Kota Baubau itu adalah daerah-daerah di Sulawesi.

“Kota Baubau jika dibandingkan dengan kota-kota di Pulau Sulawesi kita sepertiga ke bawah, jadi ke depan kita harus unggul sepertiga ke atas. Karena kalau dengan daerah sekitarnya di kawasan Kepulau Buton termasuk di sultra, Kota Baubau lebih unggul,” ungkapnya.

Rico juga menyebut pemerataan pendapatan, kemiskinan, pengelolaan anggaran juga menjadi point penting untuk pengembangan Kota Baubau.

Sehingga keterlibatan masyarakat maupun dunia usaha sangat dibutuhkan.

“Tantangan kita berikutnya adalah pemerataan pendapatan. Kemudian mengurangi kemiskinan, karena kemiskinan Kota Baubau nomor dua se Sulawesi. Kota Baubau juga ini masih bergantung pada anggaran pusat,” tuturnya.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau Abdul Rahim menambahkan, RPJMD merupakan acuan dasar untuk pembangunan Pemerintah Daerah dalam lima tahun ke depan.

“RPJMD merupakan penjabaran dan visi misi program kerja walikota pada saat kampanye dulu. Penyusunan RPJMD ini mengacu pada RPJPD. Tolong dikritisi dimana kelirunya, kami sangat terbuka, karena kami sangat mengharapkan kebaikan,” ungkapnya.

La Ode Ali Said yang mewakili Kepala Bappeda Sultra menjelaskan point-point penting yang mesti menjadi acuan Pemerintah Daerah dalam membangun Kota Baubau. Terkhusus isu pemekaran Provinsi Kepulauan Buton.

“RPJMD Baubau diharapkan bersinergi dengan RPHMD provinsi. Isu Daerah Aliran Sungai (DAS) juga bisa diprioritaskan di Kota Baubau karena sesuai dengan program kerja gubernur. Kemudian juga pemekaran Provinsi Kepton juga mesti diperhatikan,” paparnya.

Pantauan media ini, Musrenbang RPJMD tersebut turut dihadiri sejumlah akademisi, Organisai Perangkat Daerah (OPD), Camat, Lurah, DPRD dan sejumlah instansi vertikal, ternasuk Perbankan se Kota Baubau. (*)

Pin It on Pinterest