Perairan Busel Tercemar, DLH Tinjau Lokasi Tumpahan CPO

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pasca tumpahan puluhan ton minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dari kapal jenis tongkang yang karam di perairan Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Buton Selatan mulai mencemari laut wilayah sekitar

Berdasarkan monitoring dari Badan Lingkungan Hidup (DLH) Buton Selatan (Busel) yang turun ke lokasi tumpahan CPO, Sabtu (29/12), tumpahan minyak nabati itu menumpuk dibibir sepanjang pantai Kelurahan Majapahit dan Desa Lampanairi.

Kepala DLH Busel, Ir La Ode Mpute yang langusng meninjau lokasi pasca tumpahan CPO akibat sisi kapal tongkang bocor mengatakan jarak sebaran tumpahan minyak terparah, berjarak 700 meter hingga satu kilometer dari tongkang dengan ketebalan endapan minyak 5 sampai 10 centimeter

“Setelah saya meninjau langsung, sepintas memang belum bisa diprediksi sudah tercermar atau belum, namun ini akan dipantau terus dan dikembangkan karena tumpahan minyak baru terjadi sehari,” ucap La Ode Mpute saat ditemui dilokasi, Sabtu (29/12)

Sejauh ini pihaknya baru sebatas mengamati kondisi tumpahan minyak dan mengambil sampel tumpahan minyak yang tersebar untuk dianalisa di labotorium

“Kami baru mengamati tingkat pencemarannya dan kerusakan yang ditimbulkan disekitar kejadian, tetapi untuk adaptasi, mitigasi mesti dilakukan BNPB yang seyogyanya menyampaikan kepada masyarakat untuk sementara tidak beraktifitas disekitar itu lokasi,” tuturnya

Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan pihak Pemprov, namun ini sifatnya isedentil. Selain itu akan melakukan komunikasi kepada pihak perusahaan untuk mempertanggung jawabkan peristiwa ini karena muatan tongkang berupa minyak mentah sawit telah mencemari perairan Buton Selatan

“Kami akan mengupayakan secepatnya berkomunikasi dengan pihak perusahaan sehingga secepatnya dapat mengambil sikap untuk mempertanggung jawabkan peristiwa tersebut,” tukasnya

Sebelumnya, Sejak Selasa (25/12) kapal jenis tugboat TT lima tujuh dan tongkang bermuatan 3700680 metriks ton minyak mentah sawit karam, di perairan Kelurahan Majapahit, Kecamatan Batauga, Buton Selatan

Penyebabnya, kapal tugboat yang menarik tongkang mengalami kerusakan mesin yang bersamaan dengan cuaca buruk saat itu. Kedua kapal saling berbenturan, bocor hingga akhirnya karam. Jumat (28/12) muatan minyak kelapa sawit tumpah dan mencemari perairan Kelurahan Majapahit dan Desa Lampanairi

Dalam kejadiaan tersebut tidak ada korban jiwa dan 14 ABK termasuk nahkoda dan Kepala Kamar Mesin (KKM) selamat setelah dievakuasi tim gabungan dari Basarnas, Sahbandar, BNPB serta pihak kepolisian (*)

Pin It on Pinterest