Rosaini ‘Habisi’ Istrinya Karena Cemburu

Kapolres: Korban Ditikam Lima Kali

Peliput : Ady Cacung Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU,BP- Pembunuhan yang terjadi beberapa waktu lalu di Kelurahan Sulaa sempat menggegerkan masyarakat Kota Baubau. Pasalnya Korban WR (31) yang dibunuh di tanah kosong dengan tikaman sebanyak lima kali di tubuhnya oleh Rosaini Ladae (46) yang tidak lain suami sirinya sendiri.

Kapolres Baubau AKBP Hadi Winarno SIK saat Pres Rilis di ruangan humas Mapolres Baubau Pada Rabu (02/01), mengatakan, bahwa korban ditemukan sebelumnya oleh pemilik tanah di TKP Mamnun Laidu pada hari minggu tanggal 30 Desember 2018.

“Laporan masuk yang menemukan korban telah tergeletak di kebun miliknya dengan luka tusukan benda tajam pukul 17.30 Wita,” ungkapnya.

Dijelaskan, awalnya Mamnun yang ingin mengecek lokasi tanahnya seketika kaget melihat seseorang tergeletak di tanah miliknya. Dia menduga kalau itu mayat maka dia langsung menghubungi pihak kepolisian.

Lanjutnya, setelah pihaknya mengecek di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ditemukan seorang yang dilihat saksi tersebut telah tidak bernyawa, dan ditemukan beberapa luka tusukan di tubuh dan luka sobek di kepala korban. Setelah pihaknya mengidentifikasi melalui identitas korban dia bernama WR (31) wanita asal Muna yang tinggal di Jalan Palaengkuta No 25 Kecamatan Kotabu.

Dikatakan, setelah pihaknya menginvestigasi dan bekerjasama dengan Polda Sultra, Polres Kendari dan Buser Polda. Indikasinya lebih mengarah ke tersangka saat ini yang tidak lain suami sirihnya sendiri.

“Motif pembunuhannya karena cemburu, karena korban pacaran sama pria lain,” kata Hadi Winarno setelah melihat pengakuan tersangka.

Dikatakan, Rosaini Ladae (46) yang tinggal di Jalan Betoambari dan berdomisili di Baubau ini mengaku telah membunuh istri sirihnya dengan tikaman dua kali di bawah ketiak sebelah kanan, dua kali tikaman di bawah ketiak sebelah kiri, satu tikaman di perut dan luka sobek akibat benturan keras di bagian kepala.

Lanjut, menurut dokter setelah jenazah korban divisum, bagian kepala adalah bagian yang sangat fatal karena mengalami sobekan yang diduga akibat benturan keras.

Dikatakan, mereka berdua telah menikah sirih selama delapan tahun dan memiliki dua orang anak yang ada di Muna. Awalnya sebelum kejadian, korban meminta uang kepada tersangka Rp 2 juta buat anaknya di Muna. Namun tersangka belum memiliki uang saat itu, akibatnya korban marah karena tidak memiliki uang untuk anaknya.

“Tersangka yang tidak terima diperlakukan demikian dia emosi dan sakit hati. Korban lalu dibawa ke TKP dengan alasan mau ambilkan uang. Namun di perjalanan tersangka berbohong, malah membawanya ke TKP dan menusuk korban menggunakan sajam jenis badik yang dibawanya yang saat itu sedang mabuk,” terangnya.

Setelah ditanya oleh awak media tersangka mengaku menyesal dengan apa yang telah diperbuat untuk istri sirihnya tersebut.

Untuk diketahui, barang bukti yang diamankan untuk memperkuat dakwaan yakni, 1 buah sajam jenis badik, 1 unit motor merk honda revo merah hitam yang digunakan tersangka, dan 1 baju dan celana, tas warna coklat dan sepasang sendal milik korban saat ditemukan di TKP. (#)

Pin It on Pinterest