Laut Busel Tercemar Tumpahan CPO, Pemda Busel Bentuk Tim Terpadu

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Tumpahan minyak mentah sawit dari kapal jenis tongkang karam di perairan Desa Lampanairi dan Kelurahan Majapahit belum berhenti mengalir mencemari laut. Hal itu menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel), dengan membentuk tim terpadu guna mengantipasi dampak tumpahan CPO lebih jauh lagi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Busel La Ode Taatlan SH mengatakan tumpahan minyak CPO yang telah mencemari perairan Desa Lampanairi dan Kelurahan Majapahit akibat karam dan bocornya kapal jenis tongkang tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Sekretaris daerah telah mengirim surat undangan rapat tim terpadu telah diterima dan besok agendanya. Kata Taatlan ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Busel dalam persoalan itu. Tim terpadu yang terdiri dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan, DKP, Dinkes, BPBN Busel, RSUD, Danposal, Camat Batauga, Kapolsek batauga, Koramil dan lainnya dengan fungsinya untuk melaksanakan pengamatan dan pengumpulan data, identifikasi, penanggulangan, pencegahan, pengamanan, dan analisa atas peristiwa tumpahan minyak CPO dan karamnya kapal tug boat dan tongkang tersebut

Pasalnya, dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan telah meresahkan bagi masyarakat nelayan sekitar. Hasil survei di lapangan, nelayan telah terganggu, hasil tangkapan menurun, karena kail yang digunakan untuk menangkap ikan penuh dengan endapan minyak, body perahu penuh dengan endapan saat melaut.

“Endapan dengan ketebalan tertentu telah merusak ekosistem perairan sekitar, nelayan tidak dapat menangkap ikan di tepi laut karena kail mereka dilengketi minyak,”tuturnya.

Bukan hanya itu, jika nelayan mendapat ikan di perairan sekitar tumpahan CPO, takut jangan sampai ikan tersebut telah tercemar dan jika termakan akan menimbulkan penyakit. Lanjutnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dan melaporkan kejadian tumpahan CPO tersebut, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat yakni KKP.

“Kami sudah mengupload foto kejadian di grup, diketahui DKP Propinsi dan KKP bahkan sudah diketahui oleh Menteri KKP, Susi,” ucap Taatlan saat ditemui di ruangannya, Kamis (3/1)

Ditambahkannya, pencemaran tumpahan minyak sawit yang telah terjadi beberapa hari lalu juga telah mencemari lamun, rumput laut, keramba nelayan, terumbu karang, biota laut lainnya ikut mati (*)

Pin It on Pinterest