Aksi Penolakan Pemilihan Rektor Tamar Mustari Tuding AMUM Tidak Paham Aturan dan Tidak Beradab

Peliput: Zul Editor: Hasrin Ilmi

Baubau, BP – Aksi unjuk rasa penolakan pemilihan rektor Unidayan periode 2019-2023 yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Unidayan Menggugat (Amum) mendapat reaksi keras dari Senat Unidayan. Tudingan kepada Panitia Seleksi (Pansel) yang melanggar aturan dalam pemilihan rektor dinilai tidak beradab dan tidak paham aturan.

Demikian diungkapkan
Sekertaris Senat Unidayan Ir Tamar Mustari MS kepada Baubau Post saat ditemui di ruang kerjanya Jum’at (04/01).

Dikatakan, aksi penolakan terhadap pemilihan rektor yang dilakukan AMUM, Kamis (03/01), disebabkan mereka tidak paham konstitusi yang menjadikan payung hukum pada penyelenggaraan pemilihan rektor Unidayan.

“Mereka tidak paham, sehingga yang memberikan informasi pada mereka juga lebih tidak paham itu masalahnya, sehingga dikatakan melanggar aturan, Aturan mana yang dilanggar, kalu ASN itu benar melanggar,”katanya.

Dijelaskan, dalam penyelenggaraan pemilihan rektor Unidayan pihaknya merujuk pada Statuta Unidayan 2015. Acuan penyusunan Statuta Unidayan 2015 adalah Permendikbut No 139/2004 tentang pedoman Statuta dan Organisasi Perguruan Tinggi, kini hadir acuan baru Permenristek No 16/2018 tentang pedoman penyusunan Statuta untuk Perguruan tinggi Swasta.

“Dulu masih gabung perguruan negeri dan swasta. Sehingga sekarang ada Permenristek No 16/2018 itu, mengatur khusus tentang pedoman penyusunan Statuta untuk Perguruan tinggi Swasta. Disitu Unidayan belum mengadopsi itu, karena baru keluar kemarin Oktober 2018 nanti tahun 2019 Unidayan baru menyesuaikan bahkan disitu juga tidak mengatur usia,”ulasnya.

Ditambahkan, pihaknya menyayangkan adanya unjuk rasa yang digelar, terlebih mahasiswa yang melakukan unjuk rasa tersebut adalah mahasiswa Unidayan.

“Unidayan bukan anti demo, tapi jangan langsung demo. Datang dan Pansel siap bahkan pihak Rektor juga siap menunggu, jangan berkoar-koar seperti orang yang tidak beradab itu. Kok mahasiwa begitu, yang lebih kami sesalkan mereka itu belajar dimana, siapa yang ajari mereka, ini yang saya heran,”kesalnya. (*)

Pin It on Pinterest