Kasus Pembunuhan di Umna Rijoli Disidangkan

Korban dan Terdakwa Sempat Berduel

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU,BP – Kasus pembunuhan di Umna Rijoli yang dilakukan Usman Kaimudin (38) dengan korban Maaruf Rado (33) pada 27 September 2018 lalu mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Kamis (03/01).

Sidang pertama sekaligus pemeriksaan saksi dipimpin oleh Majelis Hakim Bernadette Samosir SH MH didampingi oleh Hairuddin Tomu SH dan Achmad Wahyu Utomo SH MH.

Terdakwa Usman awalnya hanya ingin menumpang tidur di Umna Rijoli. Namun saat korban melihat tingkah laku terdakwa yang mencurigakan, korban memegang baju terdakwa dan menanyakan apa yang sedang dibuatnya di Umna Rijoli saat malam hari. Tidak sampai disitu, korban juga langsung melayangkan pukulan ke arah terdakwa dan terjadi perkelahian.

Saat berduel dan terdakwa merasa terdesak, ia langsung mencabut badik yang diselipkan di bagian pinggang dan menusuk dada korban dengan beberapa tusukan hingga korban terjatuh ke lantai. Karena korban masih melawan dan hendak bersuara, terdakwa menusuk leher dan menyayat pipi korban dan membuang jasadnya di tempat sampah yang ditutupinya dengan kain serta tumpukan sampah.

Dalam persidangan itu juga dihadirkan tiga saksi yakni Laode Dino (53), Iwan (44) dan Laode Hasman (39). Ketiganya saat melaksanakan ronda malam sekitar pukul 03.00 wita bertemu dengan terdakwa yang mengarah ke Pantai Kamali, karena merasa seputaran jembatan batu aman, ketiganya juga mengarah ke Pantai Kamali untuk minum teh. Pada pukul 04.00 saat melintasi tempat sampah di Umna Rijoli terdengar suara handphone berdering dari tempat sampah, saksi iwan kemudian mencari suara dering handphone itu didalam tempat sampah dan menemukan sesosok mayat dan menghubungi pihak kepolisian.

Saat sedang menunggu pihak kepolisian, ketiga saksi melihat terdakwa kembali dari pantai kamali dan hendak menuju ke tempat kejadian, namun langkahnya terhenti karena melihat ketiga saksi yang telah menemukan korban. Setibanya pihak kepolisian di tempat kejadian perkara (TKP), polisi langsung memeriksa terdakwa yang sedang berdiri di depan pos KP3 jembatan batu dan mendapati badik dipinggangnya yang sedang berlumuran darah. Polisi menanyai terdakwa mengenai mayat yang ditemukan itu, dengan sikap dinginnya terdakwa mengakui bahwa ialah yang membunuh korban.

“saya yang melakukan pembunuhan itu,” ungkap terdakwa di depan majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum Awaluddin Muhamad SH saat dikonfirmasi Baubau Post seusai persidangan mengatakan, terdakwa disangkakan dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara subsider Pasal 354 ayat 2 KUHP dan Subsider 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (#)