Pemilihan Rektor Merujuk Pada Statuta Unidayan Tahun 2015

Peliput: Zul

Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP – Pemilihan Rektor Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) periode 2019-2023 berjalan sesuai dengan aturan. Pasalnya, dalam pelaksanaan pemilihan Panitia Seleksi (Pansel) bekerja merujuk pada Statuta Unidayan tahun 2015 sehingga tidak ada aturan yang dilanggar.

Ketua Pansel Pemilihan Rektor Unidayan Dr Rasmuin MPd kepada Baubau Post saat ditemui di kampus Unidayan kemarin mengatakan pihaknya bekerja sesuai payung hukum yang ada pada tingkat Yayasan Unidayan, yakni Statuta Unidayan tahun 2015. Sehingga tudingan yang disampaikan Aliansi Mahasiswa Unidayan Menggugat (AMUM) tidak berdasar.

“Kemarin kami maunya dialog, agar diberikan penjelasan karena seolah-olah Pansel melakukan kesalahan dalam pemilihan rektor,”ungkapnya.
Dijelaskan, Statuta Unidayan tahun 2015 merupakan undang-undang kampus merupakan operasionalisasi aturan di atasnya. Untuk itu, pihaknya bekerja sesuai Statuta Unidayan tahun 2015 pada pasal 48 dan 77. Selain itu, kata Rasmuin, pihaknya bekerja berdasarkan perintah dari atas dalam hal ini Senat, tentu bekerja berdasarkan Statuta Unidayan tahun 2015

“Kalau kemarin yang menjadi tuntutan mahasiswa adalah usia, sedangkan dalam Statuta Unidayan tahun 2015 tidak ada penjabaran terkait usia,”katanya.

Untuk itu, ia berharap agar semua pihak menerima hasil pemilihan rektor. Karena semua proses dilaksanakan sesuai dengan aturan dan statuta yang berlaku.
Di tempat yang sama Sekretaris Senat Unidayan Ir Tamar Mustari MS mengatakan acuan yang disampaikan AMUM dalam aksinya menggunakan aturan yang berbeda. Karena dalam aksinya mahasiswa merujuk pada uu No 14/2005 tentang guru dan dosen pasal 67 tentang pemberhentian dosen, Permedikbud No 33/2012 tentang pengangkatan dan pemberhentian pada perguruan tinggi pasal 9 ayat 1 huruf a dan h tentang pemberhentian rektor dan Permenristek dikti No 2/2006 tentang registrasi pendidik pada perguruan tinggi pasal 6 ayat 4.
“Mereka mengacu pada aturan UPTN yang memang batas usia diatur dalam pemilihan rektor, kalau kita di UPTS tidak. Karena yang menjadi rektor dalam Universitas Negeri adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka digaji oleh Negara, sedangkan untuk UPTS sampai kapan pun bila masih dibutuhkan jasanya oleh pihak yayasan,” pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya Aliansi Mahasiswa Unidayan Menggugat (AMUM) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kampus Unidayan Kota Baubau dengan dugaan Panitia Pelaksana pemilihan rektor melakukan kecurangan. (#)

Pin It on Pinterest