Warga Desa Lowu-lowu Keluhkan Air Bersih, Bupati Buteng Geram

Peliput: Anton Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Masyarakat Desa Lowu-lowu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Keluhkan air bersih PDAM. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir macet dan tidak bisa dinikmati masyarakat. Keluhan ini langsung disampiakan kepada Bupati Buteng H Samahuddin SE saat meresmikan Kantor Desa Lowu-lowu kemarin.
Menanggapi kondisi tersebut, Samahuddin geram, ia mengatakan jika Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Unit yang ada di Kelurahan Watulea (Lombe), Kecamatan Gu, saat ini masih dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Buton, sehingga ia selaku Bupati Buteng hanya berharap agar Pemerintah Kabupaten Buton segera melakukan penyerahan aset.

Samahuddin bahkan mengajak masyarakatnya agar mempertanyakan langsung ke kantor PDAM Unit Lombe, perihal macetnya air di Desa Lowu-lowu.

“PDAM Unit Lombe itu saat ini masih dikelola oleh Buton induk, padahal kita kan sudah mekar, seharusnya mereka adakan penyerahan aset agar kita juga bisa mandiri kelola air bersih. Kalau begitu caranya sama saja mereka hanya mengambil hasil dari Kabupaten Buteng, sementara kerusakan pipa mereka tidak bisa perbaiki,” ungkapnya saat menghadiri peresmian gedung Kantor Desa Lowu-lowu, Senin (21/01).

Lanjut ia mengatakan jika beberapa waktu lalu dirinya sudah meminta pihak penyuplai air (PDAM Unit Lombe) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun mendengar keluhan masyarakat, Samahuddin menuturkan bahwa hal tersebut akan dikomunikasikan kembali dengan pihak PDAM.

“Saya sudah komunikasikan sama PDAM bulan lalu, mereka sudah menjamin. Tapi kalau masih belum cukup nanti kita komunikasikan lagi,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, orang nomor satu di Buteng ini juga menyampaikan ketidak berdayaannya menghadapi pihak PDAM. Pasalnya penyuplai air di Buteng masih di bawah kendali Kabupaten Buton.

Menyikapi hal ini, Samahuddin berencana segera membangun UPTD PDAM di Buteng. Menurutnya wilayahnya harus mandiri dalam menyuplai air.

Lanjut dari itu, dengan adanya PDAM sendiri, hasil pembayaran rekening air akan dinikmati sendiri warga Buteng melalui peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan.

“Saya sudah pikirkan solusinya. Saya sudah tidak tahan dengan perilaku orang di seberang sana (Buton). Kita sudah bayar tapi tidak dikasi air. Untuk itu, saya akan membangun UPTD PDAM untuk Buteng agar kita mandiri,” pungkasnya. (*)

Pin It on Pinterest