AS Tamrin: Pendekatan Nilai Lokal PO5 Bisa Cegah Narkoba

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Walikota Baubau Dr AS Tamrin khawatir dengan maraknya peredaran narkoba saat ini di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Terlebih belum lama ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Sultra berhasil menangkap pengedar Sabu-sabu 5 kilogram yang dibawa dari Makassar ke Kendari.

Namun menurut Doktor Ilmu Pemerintahan itu, pencegahan narkoba kepada generasi muda tidak hanya melalui penangkapan para pelaku saja, namun lebih dari itu perlu pendekatan dengan nilai-nilai lokal.

“Kalau hanya ditangkap terus mungkin pelakunya tidak akan jera, tapi kalau diberikan dengan pendekatan nilai-nilai lokal dapat dibangkitkan kesadarannya,” katanya saat memberikan sambutannya dalam Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Antinarkoba di Instansi Pemerintah sekaligus Sosialisasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018, Rabu (23/010) di salah satu hotel di Baubau.

Nilai yang dimaksud AS Tamrin yakni PO5 sebagai falsafah para leluhur di tanah Buton. Dirinya yakin falsafah PO5, dapat merubah perilaku seseorang jauh lebih baik dan terhindar dari hal yang negatif. Salah satu poin dalam PO5 adalah ‘Pomae Maeka’ alias budaya malu yang dikedepankan.

“Kalau sudah terlibat narkoba maka bukan hanya pelakunya yang malu namun keluarga dan orang-orang dekat kita malu. Untuk itu, faslsafah ‘Pomae -Maeka’ ini bisa menjadi salah satu penangkal untuk menghindari narkoba,”ungkapnya.

Lanjutnya, dirinya mengingatkan jika peredaran narkoba perlu diwaspadai. Tidak hanya kalangan birokrasi, seluruh elemen masyarakat harus aktif dalam program bersih narkoba.

“Peredaran narkoba itu perlu diwaspadai, misalnya di rumah-rumah kos,” ujarnya. (**)

Pin It on Pinterest