Hari ini,Pelaku Pasar Laompo Direlokasi ke Pasar Bandar Batauga

image_pdfimage_print

Peliput : Amirul
BATAUGA,BP- Satu persatu lapak-lapak pedagang pasar di Pasar Laompo sejak Senin (28/1) mulai membongkar sendiri untuk pindah ke Pasar Bandar Batauga yang lebih nyaman, modern dan presentatif dalam melakukan aktifitas berdagang

. Tepatnya hari ini, Jumat (01/02) setelah ditunda beberapa kali, para Pedagang Pasar Lamompo cukup antusias pindah ke Pasar Bandar Batauga guna menempati los-los dan kios yang telah tersedia. Pasar Bandar Batauga memiliki 156 los dan 35 kios.

Kondisi pasar lama yang didiami pedagang itu sudah tidak layak untuk ditempati berjualan, telihat kumuh dan tidak tertata dengan baik, bahkan telah menggangu pengguna jalan. Yang direlokasi merupakan pedagang aktif di pasar laompo dan beberapa pedagang di tepi jalan di seputar batauga dan telah terdata oleh Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Buton Selatan.
Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Mz Amril Tamim saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, mengatakan Pasar Laompo yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Buton itu sudah tidak layak, terlihat kumuh bahkan aktifitas jual beli telah menggangu pengguna jalan poros Batauga

“Kita ini sudah Kabupaten tersendiri yakni Buton Selatan, Pemerintah Daerah telah membuatkan pasar yang lebih nyaman, modern. Maka sudah sepantasnya masyarakat kita berubah, sehingga putar ekonomi masyarakat akan lebih baik,” ucap Amril Tamim.

Menurutnya, kapasitas Pasar Bandar Batauga yang hanya memiliki 156 los dan 35 kios, tidak cukup menampung antusias pelaku pasar se-Busel yang ingin mendapatkan tempat berdagang. Pasalnya Pasar Bandar Batauga sejak awal dibangun, diprioritaskan kepada pelaku Pasar Laompo aktif. Ada ruang kosong untuk membangun lapak-lapak, namun perlu diatur sehinga tertata dengan baik

.

“Pelaku pasar lainnya cukup banyak yang ingin juga mendapatkan tempat di Pasar Bandar Batauga, bahkan tiga kali lipat dari pelaku pasar Laompo ingin berjualan disitu, sebenarnya jika masih ada area kosong pasar yang cukup besar. Kenapa tidak,jika semua diakomodir,” tuturnya

Untuk sementara, kata Amril Tamim , yang terpenting semua pelaku pasar Laompo pindah ke Bandar Batauga dan diharapkan tidak ada lagi yang berdagang di Pasar Laompo, karena sesuai perencanaan daerah akan ditata menjadi ruang terbuka hijau, sehingga mempercantik wajah ibu kota kabupaten.
Lanjutnya, setelah pedagang pindah, pihaknya akan melakukan evaluasi, melihat kekurangan dan kebutuhan apa lagi yang akan disiapkan guna menunjang aktifitas pelaku pasar Bandar Batauga

. “Setelah pindah pedagang, tugas kami selesai, tidak. Tetapi ini akan terus evaluasi, jadi apa yang kurang kita mencari solusi untuk ditambah, misalnya kios insya Allah tahun ini kita tambah,”tukasnya
Diketahui, pembangunan pasar Bandar Batauga atau pasar modern yang presentatif telah menelan anggaran belanja negara (APBN) tahun 2015 kurang lebih 5 miliar, selain itu relokasi pasar hanya salah satu bagian dari rencana besar Pemerintah Daerah (Pemda). Karena kedepan, Bandar Batauga akan dibangun terminal permanen dan memiliki dermaga sebagai penghubung dari wilayah-wilayah Busel kepulauan sehingga kedepan Bandar Batauga akan
menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. (*)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This