Maling Kembar Dipenjara Satu Tahun Setengah, JPU Banding

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU,BP– Maling kembar Aldo (14) dan Aldi (14) sejak tanggal 19 Desember 2018 lalu di Kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari di kos-kosan Ar-Raihan kini divonis penjara satu tahun enam bulan oleh majelis hakim. Mendengar keputusan hakim tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak terima dan akan kirim memori banding di Kendari.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Awaluddin Muhammad SH kepada Baubau Post saat ditemui diruang kerjanya Jumat (01/02) mengatakan, pihaknya telah menuntut kedua terdakwa dengan hukuman penjara tiga tahun, namun diputus dalam persidangan Kamis (31/01) lalu itu jauh, setengah dari tuntutan.

“Mendengar itu, saya masi pikir-pikir dulu karena terlalu ringan, paling kalau hukuman satu setengah tahun itu hanya delapan bulan saja dijalanikarena mereka masih kategori anak dia akan bebas bersyarat” ungkap Awal.

Dia mengatakan, sebelumnya kepada kedua terdakwa saat mendengar keputusan hakim dengan putusan hukumannya, mereka sempat ingin banding karena mereka anggap hukuman satu tahun enam bulan yang diberikan itu terlalu berat. Namun sontak pengacara yang mendampingi mereka saat persidangan kaget dengan keinginannya itu.

“Pengacaranya kaget, padahal hukuman yang dijatuhinya itu sudah ringan,” kata Awal menjelaskan situasi persidangan.

Dikatakan, Pihaknya mengambil sikap pikir-pikir dan akan mengirim memori banding perkara ini karena bukan membenci anaknya. Tapi perbuatan tindak pidana yang mereka lakukan itu meresahkan masyarakat.

“Kita akan lakukan banding yang berkas memori bandingnya akan dikirim ke kendari untuk ditindaklanjuti berkasnya,” tandasnya.

Lanjutnya, terdakwa saat ini masi tetap ditahan di Lapas Kelas IIa Baubau untuk sambil menunggu putusan dari sidang di Kendari. Semua sudah tertuang dalam memori banding yang akan dikirim nanti termaksud alasan kenapa JPU mau melakukan banding.

“Saya pikir kemarin itu dijatuhi hukuman dua tahun, dalam persidangan yang dibuktikan itu adalah pasal 363 ayat 1 ke 3 dan ke 4 yang intinya pencurian yang dilakukan dimalam hari secara bersekutu. Makanya dia masuk kategori pencurian dan pemberatan, yang pemberatannya karena mencuri dimalam hari dengan mengguanakan sebilah bambu untuk mengait barang curiannya itu,” tutupnya. (#)

Pin It on Pinterest