Pemkot Rawat Wanita Lumpuh Tanpa Identitas di Tampuna

image_pdfimage_print
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd (2)

Monianse: Kami Berhasil Pertemukan dengan Keluarganya

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Penemuan wanita lumpuh tidak beridentitas di Kelurahan Tampuna, yang viral di media Sosial beberapa waktu lalu, berhasil diidentifikasi asal usulnya. Wanita yang bernama Wa Satia alias Wa Odji tidak hanya dipertemukan dengan keluarganya, namun juga mendapatkan perawatan kesehatan yang intensif dari Pemerintah Kota Baubau di BLUD RS Palagimata.
Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd saat di hubungi Baubau Post, Sabtu (02/02) mengatakan, setelah Pemerintah Kota Baubau mengetahui informasi adanya wanita tanpa identitas dan mengalami penyakit lumpuh di wilayahnya, dengan segera pihaknya melakukan tanggap darurat terhadap wanita tersebut.

” Sesuai dengan intruksi Walikota Baubau, saya ( Monianse-red) beserta instasnsi terkait melakukan tanggap darurat terhadap Wa Satia,” kata Monianse.

Dikatakan, Wa Satia sempat di rujuk kerumah Sakit Jiwa Kota kendari untuk di periksa kondisi kejiwaannya, namun wanita tersebut tidak mengidap gangguan jiwa, sehingga dikembalikan di Kota Baubau dan pemerintah segera merawat dan mengobati penyakit Wa Satia. Pihak Pemerintah tersebut juga melacak identitas keluarga Wa Satia, yang diduga berasal dari pulau Muna.

” Dari setitik informasi, dan ditindak lanjuti Allhamdulilah keluarga Wa Satia yang berada di Kabupaten Muna Barat ditemukan. Pemerintah Sangat berterimah kasih atas kinerja Dinas Sosial Kota Baubau,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kota Baubau, Hasruddin Mukmin mengatakan saat menerima informasi tentang Wa Satia, pihaknya melakukan penelusuran dan menemukan bahwa wanita tersebut bukanlah warga Kota Baubau, namun pihaknya tidak menutup mata salah satunya dengan dibuatkannya identitas Wa Satia yang masuk dalam salah satu Kartu Keluarga (KK) Warga Tampuna, sehingga dapat dibuatkan kartu BPJS.

” BPJS itukan harus punya kartu keluarga,” ujarnya.

Dengan adanya kartu BPJS Wa Satia, pihaknya bisa merujuknya untuk dilakukan pengecekan atas kejiwaanya, dan pihak Rumah Sakit Jiwa Kota Kendari, dan pihak rumah sakit menyatakan jika Wa Satia tidak mengalami gangguan Jiwa. Dan saat tiba di Kota Baubau, pihak Dinas langsung menangani Wa Satia dengan memberikan tumpangan di Rumah Persinggahan Traima Center (RPTC) yang juga merupakan fasilitas dari Pemerintah Kota Baubau.

” Jadi saat Wa Satia di pulangkan dari kendari, kami sempat membawa yang bersangkutan di RPTC utnuk menginap satu malam dan besoknya kami langsung merujuk di RS Palagimata untuk diperbaiki kondisi kesehatannya, dan saat itu juga pak Wakil mempertanyakan kepada kami apa langkah yang sudah kami lakukan terhadap kepulangan Wa Satia dari Kota Kendari,” jelasnya.

Dan untuk biaya pengobatan dan perawatan Wa Satia sepenuhnya ditanggulangi oleh Pemerintah Kota Baubau. Tidak hanya merawat, namun pihaknya juga bertekad untuk mempertemukan Wa Satia dengan keluarganya yang telah lama berpisah, sehingga pihaknya mencari tahu asal usulnya.

” Wa Satia ini tidak diketahui asal usulnya, namun dia merespon jika berbicara dengan menggunakan bahasa Muna, dari situ kita melakukan koordinasi dengan teman atas nama Hasifu yang juga orang Muna dan bekerja di Dinas Sosial Buton Selatan. Kebetulan teman yang bekerja di Dinas Sosial Buton Selatan bersebelahan kampung dengan Wa Satia ini dan Nama Asli Wa Satia itu Wa Odji,” ucapnya.

Direncanakan Wa Satia akan di bawa pulang oleh keluarganya di kampung halamannya, Minggu (03/02) dan pihak Dinas Sosial akan mengantar hingga ke Kampung Wa Satia yang berada di Desa Katobu, Kecamatan Lawa, Kabupaten Buton Selatan.

Anak Kedua Wa Satia Rahmat saat di temui mengatakan, ia tidak mengetahui jelas kronologis ibunya sampai di Kota Baubau, namun selama hilangnya Wa Satia, pihak keluarga terus mencari keberadaannya, dan baru-baru ini dia mendapatkan informasi jika ibunya berada di Kota Baubau.

” Ia, selama ini kita terus mencari,” ungkapnya singkat.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kota Baubau dan semua pihak yang mau merawat dan mempertemukan ia bersama ibunya. ” Untuk pihak-pihak yang sudah membantu ini, saya sangat berterimakasih sekali, karena saya tidak tau mau membalasnya seperti apa. Yang bisa saya ucapkan, semoga apa yang semua dilakukan oleh teman-teman semua ini, dapat dibalaskan sama yang maha kuasa,” ujar Rahmat.

Ia menginginkan agar ibunya dapat segera dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Katobu. (***)

X

Pin It on Pinterest

X
Share This