Pemda Busel Tunggu Sertifikat Lahan Pelabuhan Antar Pulau

Peliput : Amirul

BATAUGA,BP-Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Bagian Tata Pemerintahan telah menyiapkan dokumen-dokumen pendukung untuk sertifikat lahan pembangunan pelabuhan feri di Siompo dan Kadatua.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan ( Tapem) Setda LM Martosiswoyo. Kata dia, untuk pengukuran lahan dilapangan telah selesai dilakukan.

“Sudah diukur, dokumennya sudah diserahkan ke pertanahan tinggal menungggu keluar sertifikatnya,” ungkap LM Martosiswoyo saat ditemui belum lama ini.

Kata dia, semua syarat dukungan dokumen dirasa sudah dilengkapi. Ia berharap sertifikat kedua lokasi itu dalam wakti dekat sudab keluar, sehingga dapat dikirim ke Kementerian Perhubungan.

“Insya Allah juga dalam waktu dekat sudah keluar sertifikatnya karena semua dokumen sebagai syarat sudah terpenuhi dan dilengkapi,” ujarnya.

Lanjutnya, Pelabuhan feri yang akan dibangun di Kecamatan Siompu bertempat di Desa Karae, dengan luas kurang lebih satu hektar, begitu pula di Kecamatan Kadatua tepatnya di Desa Banabungi Selatan. Luas lahan yang disiapkan juga kurang lebih satu hektar.

“Sama besaran, begitu pula di Keluarahan Bandar Batauga Kecamatan Batauga, juga akan dibangun pelabuhan feri,” katanya.

Dia menambahkan, jadi ada tiga pelabuhan feri yang akan di bangun di Buton Selatan yakni, di Kecamatan Siompo, Kecamatan Kadatua dan Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga. Dibangun pelabuhan feri di tiga wilayah itu untuk menunjang tumbuhnya kawasan ekonomi baru.

Sementara untuk persiapan lahan pelabuhan feri di Kecamatan Batuatas, kata Martosiswoyo masih dalam perencanaan.

“Kalau Batuatas, Insya Allah tahun  kita bisa lakukan tahun ini juga,”tukasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buton Selatan ( Busel) Erick Oktora Hibali melalui Sekretaris Dinas Sekdin Dishub Jafar mengatakan
anggaran APBN yang telah disiapkan untuk pembangunan pelabuhan penyebrangan feri Siompu dan Kadatua itu melalui Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) dengan nilai total Rp 30 miliar

Kata Jafar, anggaran itu telah siap dikucurkan ditahun 2020 mendatang. Untuk itu pembebasan lahan di dua lokasi tersebut serta dokumen pendukungnya diurus saat ini.

“Kedua lokasi telah memenuhi syarat untuk pembangunan pelabuhan Feri,” ucapnya saat ditemui belum lama ini.

Ia berharap pihak Tapem Setda Busel segera mengurus sertifikatnya di Pertanahan sehingga cepat keluar, karena salah satu syarat  anggaran turun itu adalah lahan tersebut telah memiliki sertifikat.

“Seharusnya bulan ini sudah selesai pengurusan sertifikat, karena dipusat tinggal menunggu dokumen itu,” tuturnya.

Selain Siompu dan Kadatua, kata Jafar, pemerintah pusat melalui anggaran APBN akan mengucurkan anggaran untuk penambahan sisi darat dermaga di Kelurahan Jaya Bakti Kecamatan Sampolawa senilai Rp 5 miliar.

Sementara pembangunan Pelabuhan Feri di Kelurahan Bandar Batauga, pihak Dishub Buton Selatan dengan pemerintah pusat masih dalam proses pembahasan

“Pembangunan pelabuhan feri itu sekaligus pembangunan dermaga rakyat yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Bandar Batauga,” katanya.

Ditambahkannya, Kelurahan Bandar Batauga, Kecamatan Batauga dalam perencanaan pemerintah daerah merupakan kawasan transportasi terintegrasi. Pelabuhan feri di beberapa wilayah kepulauan akan terkoneksi di Pelabuhan Feri Bandar Batauga, bukan hanya itu pemerintah juga akan membangun terminal diwilayah tersebut sehingga Keluarahan Bandar Batauga disebut Kawasan Transportasi Terintegrasi. (*)

Pin It on Pinterest