Listrik Padam, PLN Baubau akan Digugat ke Pengadilan, PLN: Bukan Kesengajaan, Ada Gangguan Teknis

Peliput : Ady Cacung

BAUBAU, BP- Sejumlah anggota Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) Cabang Kota Baubau akan melayangkan gugatan terhadap PT PLN Persero Baubau ke Pengadilan Negeri (PN) Baubau. Pihaknya merasa dirugikan dengan sering padamnya listrik siang maupun malam.

M Yusran Affandi

Salah satu anggota Peradi cabang Baubau La Ode Zaharu membenarkan hal ini. Gugatan dilayangkan karena sebagai konsumen, pihaknya merasa dirugikan terkait pemadaman listrik.

“Kami akan menuntut kenapa seperti itu, padam lamput terus, apa persoalannya. Sementara kami merasa dirugikan karena padamnya lampu. Sehingga tiga komputer dan satu laptop rusak di kantor Peradi,” ungkapnya saat ditemui di PN Baubau, Senin (04/03).

Dijelaskan jika padamnya listrik menghambat kinerja Peradi dalam menuntaskan kasus hukum. Sehingga pihaknya mengingatkan PLN Baubau untuk memperbaiki kinerjanya agar tidak keseringan listrik padam.

“Kita sebagai konsumen yang dirugikan, coba diperbaiki cara kerjanya jangan sering mati-mati lampu, kita berkewajiban membayar tiap bulan tapi kenapa sering mati lampu begini,” keluhnya

Menyikapi hal itu, Menejer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Baubau M Yusran Affandi, mengatakan pihaknya telah berupaya maksimal untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Namun jika terjadi pemadaman listrik bukanlah unsur kesengajaan, melainkan karena ada gangguan eksternal yang menimpa PLN.

“Jadi bukan unsur kesengajaan dari PLN untuk memadamkan listrik di lokasi-lokasi tersebut. Jadi tidak ada unsur kesengajaan kami padamkan lampu di wilayah tertentu,” tandasnya.

Pihaknya membernarkan jika pada Sabtu (02/03) terjadi pemadaman listrik total karena cuaca buruk yang menganggu sistem kelistrikan di Kota Baubau, Kabupaten Buton, Kabupaten Buton Selatan, dan Kabupaten Buton Tengah. Pihaknya menduga kerusakan terjadi akibat sambaran petir.

“Yang kita curigai itu petir menyambar jaringan PLN yang ada di Watulea Kabupaten Buton Tengah. Kemudian menyebabkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Baruta Buton Tengah terganggu. Jika mesin PLTU Baruta terganggu, akan menyebabkan listrik padam secara keseluruhan black out di semua wilayah,” kata M Yusran.

Lanjutnya, PLTU Baruta adalah salah satu suplai utama dari sistem kelistrikan di Kota Baubau dan sekitarnya. Sehingga ketika pembangkit utamanya lepas jadi tidak mampu untuk memikul beban keseluruhan.

“Makanya waktu itu sistem kelistrikan di Baubau mengalami padam total,” ungkapnya.

Ditambahkan, sejak Minggu (03/03) mesin sudah normal dan mulai beroperasi secara maksimal. Namun masih terdapat gangguan kecil yang akan mengakibatkan pemadaman listrik.

“Pembangkit sekarang sudah mulai normal, berangsur-angsur pulih. Paling padamnya satu sampai dua jam. Khusus untuk daerah Buton Tengah itu agak lama, karena masih menunggu PLTU beroperasi maksimal, jadi sampai jam satu malam padamnya,” tutupnya. (#)

Pin It on Pinterest