Sidang Terdakwa Pencabulan Anak Kandung di Buton Selatan Masuk Pemeriksaan Saksi

Peliput : Asmaddin

BAUBAU, BP- Kasus seorang ayah yang menyetubuhi anak kandungnya kini telah masuk egenda pemeriksaan saksi pada Selasa (05/03) di Pengadilan Negeri (PN) Baubau. Sidang yang berlangsung tertutup menghadirkan saksi Nenek korban Amiah yang beralamat di Kelurahan Laompo Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Awaluddin Muhammad SH kepada Baubau Post ditemui diruang kerjanya Selasa (05/03).

“Nenek korban yang notabennya tante dari terdakwa menerangkan bahwa sekitar bulan Desember 2018 korban mendatanginya dengan keadaan menangis tersedu-sedu, yang saat itu dia bermaksud datang untuk mengadukan apa yang dialaminya,” ungkapnya.

Dikatakan, terdakwa mengeksploitasi korban dalam hal seksual selama setahun lebih untuk memuaskan nafsu birahinya kepada anak kandungnya sendiri. Selama kurun waktu tersebut dalam beberapa kesempatan terdakwa mengancam dengan pisau apabila tidak menuruti keinginan seksualnya. Dalam sidang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan saksi yang dalam persidangan menghadirkan adik korban.

“Adik korban menerangkan bahwa dia pernah diperintah bapaknya untuk memanggilkan kakaknya agar datang masuk ke dalam kamarnya dan dia juga pernah melihat mereka berdua di dalam sekamar yang saat itu bapaknya tidak memakai baju dan hanya memakai sarung,” kata Awal.

Lanjutnya, pada sidang sebelumnya Majelis Hakim masih memberi pihaknya kesempatan untuk menghadirkan saksi kunci yaitu korban. Semoga pada sidang berikutnya saksi dapat hadir untuk memberikan keterangan untuk memperkuat pembuktian dan jeratan pasal yang tepat untuk terdakwa mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Seperti yang tertuang dalam Pasal 285 KUHP yang berbunyi, barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan isterinya bersetubuh dengan dia, dihukum, karena memperkosa, dengan hukuman penjara selama-lamanya dua belas tahun. Dan Pasal 495 yang mengatur tentang tindak pidana pencabulan, jika perbuatan cabul dilakukan secara paksa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan dipidana dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun,” tutupnya. (#)

Pin It on Pinterest