Kapolres Buton: Kecelakaan Berawal Dari Pelanggaran

Peliput: Hengki TA

BUTON, BP – Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas sangat pesat dan sangat tinggi di Indonesia. Berdasarkan data nasional, tingkat kecelakaan mencapai kurang lebih 98 ribu jiwa setiap tahunnya.

Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada setiap detik terjadi. Khususnya di Kabupaten Buton, tingkat kecelakaan cukup sangat pesat. Oleh sebab itu, menjaga keselamatan penting sebelum mengendarai kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

Kapolres Buton, AKBP Andi Herman saat ditemui beberapa awak media pada millennial road safety festival Polres Buton di Takawa beberapa waktu lalu mengungkap, kecelakaan itu berawal dari adanya pelanggaran. Di Kabupaten Buton, rata-rata pelanggaran yang dilakukan tidak menggunakan helm.

“Dari kesadaran masyarakatnya juga, kadang ada helm tapi tidak dipakai ditambah anak-anak muda di Pasarwajo selalu ngobrol di atas motor,” jelasnya.

Pangkat dua melati dipundak itu mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Buton, agar selalu menjaga kondisi saat berkendara, jangan dalam keadaan mengantuk, tidak mengkonsumsi miras, berboncengan tiga, gunakan helm dan gunakan sabuk pengaman untuk roda empat. Hal ini untuk mengurangi risiko kematian, apabila terjadi kecelakaan di jalan raya.

“Tingkat kecelakaan di Buton lumayan tinggi, namun untuk tahun 2019 tingkat kecelakaan menurun, kebanyakan kecelakaan tunggal karena pengaruh miras,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam menekan peredaran penggunaan miras, Polres Buton beberapa waktu lalu juga telah membentuk desa anti miras yang bertempat di desa Dongkala dan Kondowea. (*)

Pin It on Pinterest