Batauga-Sampolawa Masuk Wilayah Endemis DBD

Peliput : Amirul

Minimnya pengetahuan pola hidup bersih masyarakat Kabupaten Buton Selatan (Busel) menjadi awal timbulnya bibit penyakit.

Batauga sebagai ibu kota Kabupaten Buton Selatan (Busel), sampah dari masyarakat belum tertangani dengan baik. Kebiasaan lama membuang sampah ditepi sungai masih, dilaut masih dilakuakn bahkan timbunan sampah disembarang tempat masih terlihat, termasuk dikecamatan lainnya di Busel, Pemerintah daerah bahkan dinas terkait masih menutup mata soal itu.

Akibatnya di musim penghujan yang tidak menentu seperti saat ini, lokasi sampah ditumpuk sembarangan tersebut menjadi sarang berkembang biaknya nyamuk pembawa virus demam berdarah atau demam dengue akibat infeksi virus dengue.

Plt Kepala Dinas Kesehatan La Ode Budiman mengakui wilayah ibu kota Kabupaten Busel (Batauga) dan Kecamatan Sampolawa merupakan wilayah endemis DBD.

Catatan Dinas Kesehatan Busel di akhir Januari 2018 terjadi sejumlah kasus demam berdarah dengue (DBD). Bahkan daerah yang tidak diduga-duga telah terjadi penyebaran DBD yakni Kecamatan Kadatua.

“Seorang bayi positif terkena DBD, setelah ditelusuri apakah itu kasus migran atau dari luar Busel, tenyata bukan dan Kadatua ditahun 2018 telah masuk wilayah endemis DBD,” tuturnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Kata Budiman, untuk mengantisipasi penyebaran kasus DBD tersebut, sejak tahun 2019, pihaknya melakukan sosialisasi pencegahan virus DBD itu agar tidak terjadi lagi dengan melakukan pola hidup sehat masyarakat dilingkungannya.

‚ÄúPola pencegahan DBD itu yakni Gerakan 3M, Mengubur, Menguras dan Menutup,” imbaunya.

Ditambahkanya,pola hidup sehat ini memang tidak dipungkiri belum sepenuhnya menjadi kebiasaan masyarakat.

“Ini soal kebiasaan, dan pola hidup sehat tetap harus terus disosialisasikan secara berkelanjutan,” tukasnya (*)

Pin It on Pinterest