Satpol PP Tuding Pengelola Pasar Wameo Tidak Becus

Peliput : Asmaddin

BAUBAU, BP- Pengelolaan pedagang kaki lima di Pasar Wameo semakin semerawut. Pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menilai, pengelolaan Pasar Wameo saat ini kurang becus.

Kabid Ketentraman dan Penertiban Satpol PP Baubau Muhammad Husni SH ditemui, Jumat (12/04) mengaku kecewa dengan pengelola pasar. Pihaknya merasa enggan untuk menugaskan anggotanya di Pasar Wameo. Pasalnya, setelah diatur, para pedagang kembali semerawut ketika tidak ada lagi anggota Satpol PP yang bertugas di lapangan.

“Saat kita datang semua dilarang untuk menjual disini, tapi ketika kami pulang, diperintahkan mari jualan disini. Itu yang membuat kami kecewa sehingga kami tidak turunkan lagi anggota disana,” ungkapnya.

Lanjutnya, pengurus dan pengelola yang dipercayakan untuk mengurus pasar sudah tidak dapat mengontrol pedagang yang menggunakan badan dan bahu jalan untuk berjualan. Sehingga perlunya konsistensi pengurus dan pengelola yang dipercayakan untuk mengurus Pasar Wameo harus ada.

Jangan ketika Satpol PP datang kemudian dilarang, karena kita tidak bisa juga berharap di Satpol PP 100 persen,” ujarnya.

Satpol PP hanya sewaktu-waktu untuk turun menertibkan pasar, karena masih ada hal lain yang perlu dikerjakan. Tetapi kewenangan sepenuhnya itu merupakan kewenangan pengelola pasar untuk menata para pedagang yang berjualan.

“Kalau pengelola pasar dan pengurusnya sudah tidak becus, ganti saja,” tegasnya.

Menurutnya, Satpol PP hanya mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang telah ditetapkan, yakni Perda Nomor 1 tahun 2015 yang mengatur tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat, Perda nomor 3 tahun 2015 tentang pengaturan dan penataan pedagang kaki lima, merupakan dasar untuk melakukan tindakan menertibkan pedagang.

“Jika ada yang melanggar maka kita akan tertibkan, berikan kepada yang lebih tegas untuk mengelolanya,” tegasnya.

Pedagang kaki lima yang menjual di bahu jalan jelas telah menggangu ketertiban umum. Dimana pejalan kaki telah kehilangan haknya, dan mengganggu lalu lintas yang menyebabkan kemacetan di areal pasar.

Diperlukan ketegasan pengelola untuk melarang pedagang kaki lima yang melanggar. Selain itu, para pedagang harus mengikuti arahan pengelola pasar, demi kenyamanan bersama, baik pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.

Tidak hanya bahu jalan, taman-taman di Pasar Wameo juga sudah kehilangan fungsi karena digunakan untuk tempat berjualan. Sehingga, jika tidak ada ketegasan dari pengelola pasar, maka keadaan Pasar Wameo akan tetap semerawut.

“Tidak akan pernah beres itu pedagang kaki lima di Pasar Wameo kalau pengurusnya tidak tegas,” tambahnya.

Pihaknya berharap agar hal ini dibahas bersama instansi terkait, untuk ketertiban pasar. Semua harus terlibat mulai dari pengelola pasar, Pemerintah Kota Baubau, Satpol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Mari kita duduk bersama untuk membicarakan tentang Pasar Wameo ini solusi terbaiknya bagaimana,” tutupnya. (#)

Pin It on Pinterest