Terdakwa Pembawa Parang Saat Insiden Bobota Disidangkan

Peliput: Asmaddin

BAUBAU,BP- Sidang terdakwa pembawa parang dalam insiden Bobota telah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Baubau, Senin (15/04). Terdakwa Pipit (23), mengakui perbuatannya di hadapan majelis hakim.

“Dia membawa parang diletakkan dipunggung dibalik baju belakangnya,” kata Awaluddin,” ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau Awaluddin Muhammad SH.

Lanjutnya, Pipit bersama teman yang memboncengnya saat itu melihat aparat keamanan yang sedang berjaga untuk mengamankan insiden tersebut. Keduanya nekat menerobos barigade kepolisian.

“Temannya mencoba menembus barigade kepolisian menggunakan sepeda motor sambil membawa parang dengan cara diduduki. Terdakwa menyelipkannya di belakang bajunya,” katanya.

Saat keduanya hendak menembus barigade kepolisian yang sedang berjaga, keduanya terjatuh dan tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis parang.

Sebelum melakukan aksi nekatnya, keduanya sempat menenggak miras jenis arak di sekitaran simpang empat penurunan rau menuju Pasar Wameo. Selanjutnya, mereka berdua pergi ke perbatasan Bobota dengan dalih ingin makan bakso.

“Sekitar jam 16.00 mereka berdua bergerak menuju perbatasan ingin makan bakso dengan masing-masing membawa parang,” terang Awaluddin.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, terdakwa dikenaikan pasal 2 ayat 1 UU No 12/Drt/1951/LN Nomor 78 tahun 1951 tentang penyalahgunaan senjata tajam. (#)

Pin It on Pinterest