Diduga Beda Pilihan, Tiga Aparat Desa Dan Dua RT Butur Dipecat

Peliput: Kasrun

Buranga, BP – Malang nasib yang menimpah tiga aparat desa yakni, Sulaiman Latupono,Susi Susanti,Ropi Aspiani dan dua lembaga tingakat RT, Gatot Pranoto, dan Sugiman yang diduga dipecat oleh kepala desa Lahumoko Suparman, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur), karena beda pemilihan pada Pemiluhan Umum (Pemilu) 2019 beberapa waktu lalu.

Salah satu aparat lembaga tingkat RT, Gatot Pranoto saat di temui media Rabu (08/05) mengatakan jika dia beserta satu temannya dan dua aparat desa dipecat dua hari selesai pemungutan suara pada Pemilu 2019, oleh Suparman selaku Kepala Desa Lahumoko. Pemecatan itu dilakukan setelah Calon Anggota Legislatif (Caleg) yang didukung Suparman tidak duduk di parlemen

” Setelah di ketahui bahwa caleg DPRD kabupaten yang didukung oleh Kades tidak bisa duduk di parlemen, karena kami tidak mendukung pilihan Kades,” ujar Gatot Pranoto.

Salah satu aparat desa Lahumoko, Sulaiman Latupono merasa heran akan tindakan kades yang dianggap sewenang-wenang. Selain itu Camat Kambowa Khoirul Anam SPd juga ikut mengeluarkan surat rekomendasi , dengan alasan admistrasi dan validasi, yang menurut Latupono telah memenuhi syarat admistrasi tersebut.

“Seharusnya pemecatan kami harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Yang mengherankan lagi camat mengeluarkan surat rekomendasi, dengan alasan admistrasi dan validasi, padahal kami memenuhi syarat admistrasi tersebut,” bebernya.

Sementara Ropi yang juga aparat desa mengaku jika selalu patuh pada perintah Kades, namun hanya karena tidak mengikuti pelihan Kades, sehingga ia dipecat. ” Seharusnya pemerintah desa harus netral pada Pilcaeg yang lalu,tapi kades kami tidak demikian,” tuturnya.

Mereka juga berharap kepada Pemerintah Daerah Butur untuk mendengarkan keluhan mereka dan mengambil tindakan atas perlakukan kepala desa Lahumoko .

“Kami berharap kepada pemerintah daerah Buton Utara, khususnya dinas DPMD untuk segera mengambil tindakan kepada kades kami. Sekali lagi kami mohon kepada Pemda Butur untuk menegakan kebenaran, jangan pilih kasih,” harapnya. (#)

Pin It on Pinterest