IMDK Demo Tolak Penutupan Pasar Sore Kalibu

Buranga BP, –¬† Ikatan Mahasiswa Desa Kalibu (IMDK) bersama masyarakat melakukan aksi demo terkait penutupan pasar sore Kalibu, oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Utara (Butur) beberapa waktu lalu. Pasalnya Pemda Butur melaluli Satpol PP Butur telah mengeluarkan surat pemberitahuan aktifitas jual beli di pasar sore Kalibu tertanggal 27 Mei 2019.

Masa aksi mulai lakukan demo di depan kantor Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) dan Pemdam Kebakaran Butur.

Dalam orasinya Hasruddin Jaya selaku ketua Korlap satu mempertanyakan penutupan pasar sore Kalibu yang dinilainya bertentangan dengan visi misi Bupati Butur, Abu Hasan. Pasalnya poin keempat visi misi Abu Hasan yakni meningkatkan dan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang kreatif berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan.
” Kami mempertanyakan kenapa pasar Desa Kalibu mau di tutup, bukan kah ini salah satu visi misi Abu Hasan yang tertulis pada poin ke 4, yaitu meningkatkan dan mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan yang kreatif berbasis sumber daya lokal secara berkelanjutan. Seharusnya Pemerintah bersyukur karena masyarakat Desa Kalibu bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” pungkas Hasruddin Jaya (11/06).

Korlap dua Sirwan, menganggap pembongkaran pasar sore Kalibu dengan alasan menjaga stabilitas dan mencegah terjadinya resiko hukum tidak tepat dan tidak masuk akal. Ia berpendapat seharusnya Pemda Butur di bawah kepemimpinan Abu Hasan tidak seharusnya memutuskan mata pencaharian masyarakat, melainkan mencari solusi bijak agar pasar Mina-minanga tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar Kalibu.
“Pemberhentian aktifitas pasar sore di desa Kalibu Kec.Kulisusu dengan alasan yang terbilang tidak masuk akal dan terkesan mengada – ngada, yakni untuk menjaga stabilitas aktivitas pasar Mina-minanga dan untuk mencegah terjadinya resiko hukum. Mestinya bila Pemda Butur yang di nahkodai Abu Hasan harus konsisten dalam menjalankan misinya untuk mendorong perekonomian kerakyatan yang kreatif di tengah -tengah kehidupan, tidak harus membunuh yang telah hidup dan terbilang lancar di pasar sore desa Kalibu. Tetapi harus mencari solusi yang bijak agar pasar Mina-minanga tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya di pasar sore desa kalibu,” jelas Sirwan.

Sementara itu, Kasat Pol PP Butur Hasanu SPd MSi menjelaskan jika surat tak bernomor itu merupakan kesalahan jajarannya.

“Sebenarnya surat itu ternomor,itu murni kesalahan pegawai kami dalam mengisi surat di amplok,jelas Hasanu.

Selanjutnya, masa aksi menuju Kantor Sekertariat Daerah Butur dan berhasil menemui Bupati Butur Abu Hasan, dalam pertemuan tersebut Orang nomor satu tersebut berjanji kan memanggil Kepala Desa dan Ketua BPD Desa Kalibu untuk memastikan solusi terbaik untuk pasar sore Kalibu.

” Saya akan memanggil kepala desa kalibu dan ketua BPD untuk membicarakan ini,minggu ini saya pastikan akan ada solusi tentang pasar sore desa kalibu,ujarnya.

Abu Hasan juga mengatakan jika pasar yang termuat dalam Perda adalah Pasar Mina-minanga, dan sesungguhnya pihak Pemerintah tidak pernah berniat melakukan intimidasi dengan pasar lainnya. Pasar Kalibu bukan satu-satunya pasar yang disurati pihaknya melainkan ada juga pasar Wa Ode Buri.

” Warga di Desa Kalibu itu banyak keluarga saya tapi demi ketertiban, saya sudah panggil kepala desa, pak desa carikan saya lokasi di desamu untuk tempat pasar. Kemudian kita perkuat dengan peraturan desa lalu kita dukung dengan peraturan Bupati, supaya kita legalkan itu pasar,.nghasilkaan nilai tambah untuk perekonomian masyarakat,” tutupnya.

Peliput : Kasrun

Pin It on Pinterest