Walikota Minta RT/RW Jaga Kondusifitas

-AS Tamrin: Jangan Kita Terbius Hoax Di Medsos

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau menggelar rapat koordinasi RT/RW di aula Kantor Walikota Baubau, Senin (24/06). Pada kesempatan itu Walikota AS Tamrin meminta semua RT/RW menjaga kondusifitas lingkungannya, serta tidak terprovokasi isu hoax di media sosial (medsos).

Dijelaskan, rapat koordinasi selalu digelar setiap tahunnya untuk memeliharan kedamaian lingkungan, solidaritas, kebersamaan, hingga kebersihan lingkungan. Terlebih setelah momen lebaran dan Pemilu, konsolidasi perlu ditingkatkan.

“Dalam membangun Kota Baubau ini kita juga jangan sampai ada konflik-konflik yang kita lihat di sekitar kita mudah-mudahan jangan lagi terjadi di sekitar kita,” harapnya.

Selaku pimpinan daerah, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan ajang silaturahmi antara jajaran pemerintah.

“Saya sangat mengapresiasi, menyambut baik diadakannya kegiatan ini, di satu sisi ini adalah media silaturahmi, rasa-rasanya untuk menyambungkan tadi persaudaraan,” tutur orang nomor satu di Kota Baubau itu.

Dengan selesainya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Legislatif (Pileg), AS Tamrin berharap masyarakat Kota Baubau terus menjaga persatuan dan kekompakannya.

“Setelah kita melewati berbagai masa pilkada, pilpres dan pilcaleg, harapannya kita untuk menciptakan suatu kondusifitas,” tegasnya.

Ia ingin, rakor tersebut mampu menyamakan persepsi antara pimpinan tertinggi dan terendah jajaran pemerintah dalam membangun Kota Baubau kedepannya.

“Rakor hari ini memang sangat perlu. Pemerintahan ini kan terstruktur, antara lurah dengan warga itu ada juga mediator, yaitu RT/RW yang menyambungkan informasi dari lurah ke masyarakat, begitu juga sebaliknya,” ulasnya.

Tekait hoax dan provokasi yang saat ini marak terjadi di media sosial, AS Tamrin meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh, dan harus memiliki pendirian serta konsitensi untuk membangun persatuan dan kesatuan.

Sementara itu terkait kinerja RT/RW, berbeda dengan lurah di kantor. RT/RW harus lebih aktif di masyarakat menjadi penyambung informasi dengan pemerintah. Pengangkatan RT/RW melalui musyawarah yang dilakukan oleh masyarakat dan hasilnya dilaporkan kepada Lurah untuk diteruskan kepada walikota.

“RT itu membantu lurah, makanya dia diangkat oleh lurah,” tandasnya. (*)

Pin It on Pinterest