Bupati Buteng Laporankan Pertanggung Jawaban APBD 2018

LABUNGKARI, BP- Bupati Buton Tengah (Buteng) H Samahudin SE menyampaikan pidato penjelasan umum atas Racangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) tentang penjabaran pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2018, dalam Rapat Paripurna DPRD Buteng beberapa hari yang lalu.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Buteng Adam, didampingi Wakil Ketua I DPDR Buteng Mutalib SPdI dan Wakil Ketua II DPRD Buteng Dani itu, dihadiri ataf ahli, asisten, kepala OPD dan para camat se Kabupaten Buteng.

Mengawali laporanya, Samahudin menegaskan, bahwa laporan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD merupakan amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.

Ia menyebut, realisasi penerimaan dana transfer pusat sebesar Rp358,7 miliar (100 persen). Dana Alokasi Khusus (DAK) dari rencana Rp160,1 miliar, terealisasi sebesar Rp157,2 atau sebesar 98,15 persen.

Sedangkan dana transfer pusat lainya, seperti dana desa, dari rencana Rp54,3 miliar, terealisasi Rp54,3 miliar atau seratus persen. Dan transfer pemerintah provinsi, rencana Rp15,47 miliar, terealisasi Rp10,04 miliar atau 64.90 persen. Penerimaan daerah senjutnya adalah pendapatan yang sah, terealisasi sebesar Rp479,8 juta.

Samahudin kemudian membeberkan realisasi belanja tahun anggaran 2018. Besaranya mencapai Rp628,9 miliar atau 89,79 persen, dari anggaran sebesar Rp700,45 miliar. Sementara realisasi belanja tahun anggaran 2017 sebesar Rp578,49 miliar.

“Pertama belanja operasional anggaran 2018 sebesar Rp368 miliar dapat terealisasikan Rp311,447 miliar atau sebesar 84,46 persen. Belanja operasional ini merupakan belanja yang dikeluarkan dalam rangka melaksanakan kegiatan operasional urusan pemerintah yang merupakan kewajiban Pemkab Buteng.
,” tuturnya.

Belanja pegawai hingga tanggal 31 Desember 2018 sebesar Rp178,87 miliar atau 80,55 persen dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp222,17 miliar. Belanja barang dan jasa, realisasinya sebesar Rp130,077 miliar dari anggaran sebesar Rp144,17 miliar atau 90,22 persen. Kemudian Belanja hibah, realisasinya sebesar Rp2,496 miliar atau 100 persen dari anggaran sebesar Rp2,496 miliar.
Untuk belanja modal tahun 2018, dianggarkan sebesar Rp239,75 miliar, terealisasi Rp226,6 miliar atau 94,29 persen. Belanja modal ini merupakan belanja yang dikeluarkan dalam rangka pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang mempunyai nilai manfaat lebih dari 12 bulan, untuk digunakan dalam kegiatan operasional pemerintah.

Diantaranya, tanah yang direncanakan sebesar Rp2,83 miliar, terealisasi Rp2,38 miliar atau 83,88 Persen. Belanja peralatan dan mesin, direncanakan Rp30,38 miliar, terealisasi Rp21,47 miliar atau 70,68 persen. Belanja gedung dan bangunan,d irencanakan Rp37,04 miliar, terealisasi Rp35,63 miliar atau 96,20 persen. Belanja jalan, irigasi, dan jaringan, direncanakan Rp166,07 miliar, terealisasi Rp163,45 miliar atau 98,42 persen. Belanja aset tetap lainya, direncanakan Rp3,41 miliar, terealisasi Rp3,41 miliar. Belanja tak terduga 2018 tidak terealisasi dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp250 juta.

Realisasi transfer bantuan keuangan kepemerintah desa sebesar Rp91,07 miliar atau 99,70 persen dari anggaran Rp91,34 miliar.

Samahudin juga membeberkan, anggaran pengeluaran pembiayaan Rp2 miliar dengan realisasi Rp2 miliar merupakan investasi atau penyertaan modal pada PT Bank Pembangunan Daerah Sultra. SILPA Pemkab Buteng pada tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar Rp69,64 miliar, dibandingkan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 72,36 miliar.

Usai menyampaikan pidato, Samahuddin kemudian menyerahkan dokumennya kepada Ketua DPRD Adam dan diteruskan kepada masing-masing fraksi untuk mendapatkan tanggapan.

Peliput: Taufik

Pin It on Pinterest